Connect with us

Berita

Intel Ditangkap Brimob saat Demo, Wakil Panglima TNI: Harusnya Tak Disebarkan

Wakil Panglima TNI dan Mabes TNI membantah kabar penangkapan anggota Bais TNI oleh Brimob saat kerusuhan demonstrasi. Berikut klarifikasinya.

Logompn

Published

on

Intel ditangkap brimob saat demo, wakil panglima tni harusnya tak disebarkan
Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9). Gambar : Instagram/@puspentni

MPN Indonesia 3 September 2025 - Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita menegaskan kabar yang menyebut prajurit Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI ditangkap Brimob Polri saat kerusuhan demonstrasi dan aksi massa tidak benar.

Pernyataan ini disampaikan Tandyo usai rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9).

Klarifikasi Wakil Panglima TNI

Tandyo menilai jika benar ada penangkapan anggota intel TNI, informasi tersebut seharusnya tidak disebarkan ke publik.

“Begitu ini ditangkap kemudian keluar seperti itu, harusnya yang menangkap itu tidak menyebarkan itu, karena kan intelijen,” ujar Tandy kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (1/9).

Ia menjelaskan, kehadiran TNI dalam pengamanan kerusuhan bertujuan membantu Polri menjaga situasi tetap kondusif.

“Saya sampaikan ya, namanya orang memberikan informasi itu kan kita harus masuk di dalam ya. Itu kita ikut mereka, kegiatan mereka (Polri),” tambahnya.

Meski begitu, Tandyo tidak menjawab lebih lanjut soal kebenaran isu tersebut dan langsung meninggalkan lokasi.

Respons Mabes TNI

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial pada Minggu (31/8) yang menyebut seorang anggota Bais TNI ditangkap polisi di Pejompongan, Jakarta, Jumat (29/8).

Unggahan itu menampilkan foto pria yang diamankan serta Kartu Tanda Anggota (KTA) yang disebut milik Bais TNI.

Kapuspen TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah membantah kabar tersebut.

“Kami sangat menyayangkan framing berita negatif yang beredar. Menindaklanjuti hal tersebut, perlu saya tegaskan bahwa tidak ada anggota TNI yang ditangkap Polri maupun menjadi provokator dalam peristiwa tersebut, itu narasi bohong dan menyesatkan,” kata Freddy dalam keterangannya, Minggu (31/8).

Baca Juga:  Viral! Mahasiswi yang Kejar dan Tabrak Jambret Dapat Penghargaan dari Polisi

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi kabar bohong.

Menurutnya, TNI berkomitmen menjalankan tugas secara profesional sesuai konstitusi untuk menjaga stabilitas nasional.

Video Viral dan Narasi yang Menyebar

Sejumlah video di media sosial memperlihatkan anggota Brimob Polri menggiring dua orang.

Narasi yang menyertai video tersebut menyebut keduanya adalah oknum TNI yang menjadi provokator saat demo di depan Mako Brimob, Depok, Sabtu (30/8).

Namun, video itu tidak menyertakan keterangan resmi yang mengonfirmasi identitas kedua orang tersebut.

TNI kembali menegaskan tidak ada anggotanya yang ditangkap maupun terlibat provokasi dalam kericuhan tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending