Berita
Jemaah Haji RI 2026 Dipastikan Tetap Berangkat Sesuai Jadwal, Tak Terpengaruh Perang Iran
Pemerintah menyatakan hingga saat ini tidak terdapat perubahan jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi.
MPN Indonesia 28 Maret 2026 - Pemerintah menyatakan hingga saat ini tidak terdapat perubahan jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi, meski situasi geopolitik di Timur Tengah masih belum kondusif.
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Hasan Afandi, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan pelaksanaan umrah yang masih berjalan normal.
“Hingga saat ini belum ada perubahan jadwal penyelenggaraan haji. Kami berkaca pada pelaksanaan umrah yang masih terus berjalan hingga saat ini,” kata dia pada Rabu (25/3), dikutip MPN Indonesia dari laman Himpuh.
Kemenhaj Kawal Perjalanan
Pemerintah memastikan bahwa proses keberangkatan, kepulangan, dan pelaksanaan ibadah akan tetap dikawal melalui koordinasi intensif lintas kementerian.
“Semoga kondisi perjalanan pergi dan pulang ke Arab Saudi serta di Arab Saudi lebih kondusif,” kata Hasan.
“Namun, kami tetap melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan agar pelaksanaan haji berlangsung aman dan sesuai jadwal,” tambahnya.
Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tetap berjalan sesuai rencana meskipun terdapat dinamika di kawasan Timur Tengah.
Persiapan hampir Rampung
Kemenhaj menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan haji 2026 telah mendekati tahap akhir.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa persiapan keberangkatan sudah hampir mencapai 100 persen.
“Alhamdulillah, persiapan haji sudah hampir 100%. Hingga hari ini tidak ada perubahan jadwal. Kita berharap sampai pemberangkatan pada 22 April mendatang, tetap tidak ada perubahan,” kata dia di Surabaya pada Selasa (24/3).
Pemerintah juga telah menyiapkan kebutuhan utama jemaah seperti penginapan, katering, dan transportasi di Tanah Suci.
Irfan menegaskan bahwa seluruh kebutuhan tersebut telah disiapkan dan berjalan dengan baik.
Ia juga menyebutkan bahwa dukungan pendanaan tidak mengalami kendala hingga saat ini.
Skenario Mitigasi Konflik
Meski memastikan keberangkatan tetap berjalan, pemerintah juga menyiapkan tiga skenario mitigasi untuk mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah.
Skenario pertama adalah Arab Saudi tetap membuka layanan dan Indonesia tetap memberangkatkan jemaah dengan penyesuaian jalur penerbangan yang lebih jauh, yang berpotensi meningkatkan biaya operasional.
Skenario kedua adalah Arab Saudi membuka layanan, namun Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jemaah.
Skenario ketiga adalah jika Arab Saudi menutup layanan secara total, maka Indonesia akan membatalkan keberangkatan jemaah dan mengalihkan fokus pada penyelamatan anggaran serta pengaturan antrean untuk tahun berikutnya.
Kuota Haji 2026
Sebagai informasi, dalam pelaksanaan haji 2026, pemerintah menetapkan total kuota jemaah sebanyak 221.000 orang.
Rinciannya meliputi 203.320 jemaah haji reguler yang akan diberangkatkan melalui 16 embarkasi, serta 17.680 jemaah haji khusus.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
