Connect with us

Berita

Wali Kota Sibolga Akhirnya Ditemukan, Jalan Kaki 4 Hari Lewati Area Banjir dan Longsor

Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri, ditemukan selamat setelah dua hari hilang kontak akibat banjir dan longsor di Sitahuis.

Logompn

Published

on

Wali kota sibolga akhirnya ditemukan, jalan kaki 4 hari terjang lewati area banjir dan longsor
Wali Kota Sibolga. Gambar: Dok. FACEBOOK AKHMAD SYUKRI NAZRY PENARIK

MPN Indonesia 29 November 2025 - Hilang kontak dua hari, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Jumat (28/11), setelah sempat terjebak banjir dan longsor di Sitahuis, Tapanuli Tengah.

Syukri terakhir memberikan kabar pada Selasa (25/11) siang, saat menyampaikan bahwa dirinya tertahan di wilayah terdampak bencana saat dalam perjalanan menuju Sibolga.

Wali Kota Sibolga Berjalan Kaki selama Dua Hari

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, mengonfirmasi bahwa Syukri berhasil mencapai Kota Sibolga dengan berjalan kaki selama empat hari setelah akses jalan tertutup longsor.

“Beliau tertahan jalan longsoran. Jalan kaki dua hari ke Sibolga,” kata Safrizal, dikutip MPN Indonesia dari Tirto, Sabtu (29/11).

Komunikasi terputus selama lebih dari 48 jam akibat tidak adanya sinyal ponsel di lokasi kejadian.

Ketua DPP NasDem Aceh, Bakhtiar Ahmad Sibarani, menjadi pihak terakhir yang menerima pesan dari Syukri.

Dalam pesan pada Selasa (25/11), Syukri menyampaikan bahwa ia terjebak banjir dan longsor di kawasan Sitahuis, dan kesulitan mendapatkan sinyal.

Setelah itu, kontak tidak dapat dilakukan hingga kabar terbaru dari Kemendagri menyatakan bahwa ia telah ditemukan dalam kondisi selamat.

Banjir-Longsor Lumpuhkan Wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga

Wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga mengalami dampak besar dari bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

BNPB menyebutkan per 27 November 2025, total 13 kabupaten/kota terdampak, dengan 123 korban tercatat, termasuk 47 korban meninggal dunia.

Daerah terdampak meliputi:

  • Humbang Hasundutan
  • Tapanuli Utara
  • Tapanuli Tengah
  • Tapanuli Selatan
  • Kota Sibolga
Baca Juga:  Mahasiswa Asal Indonesia di Belanda Meninggal, Diduga saat Temani Pejabat Kunker ke Austria

Bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga, jembatan, saluran air, sekolah, tempat ibadah, dan lahan pertanian.

Sementara itu, kondisi infrastruktur yang rusak dan jaringan komunikasi yang lumpuh menyulitkan proses evakuasi dan koordinasi bantuan.

Ketua DPW NasDem Sumatra Utara, Iskandar ST, menyatakan bahwa bukan hanya Wali Kota yang tidak bisa dihubungi, tetapi hampir semua kader NasDem di wilayah tersebut mengalami hal serupa.

“Memang belum bisa dihubungi, tapi bukan dia saja. Semua kader NasDem di sana enggak bisa dihubungi,” ujar Iskandar, Kamis (27/11).

Komunikasi Terputus

Perjalanan Wali Kota Sibolga ke daerahnya terhambat karena ruas jalan tertutup oleh longsor besar.

Dirjen Safrizal menjelaskan bahwa Syukri memilih untuk berjalan kaki karena lokasi tempatnya tertahan juga mulai kekurangan logistik.

Sumber internal Kemendagri menyebutkan bahwa jalur yang ditempuh berupa tanah berlumpur, reruntuhan, dan tebing longsor yang rawan ambrol.

Gangguan sinyal menjadi kendala utama dalam pelacakan keberadaan Syukri.

“Memang sinyal HP terputus, dan komunikasi terganggu,” kata Safrizal.

Sebelumnya, Bakhtiar Ahmad Sibarani mengajak semua pihak mendoakan keselamatan Wali Kota dan menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga Sibolga dan Tapanuli Tengah.

“Saya ikut berduka yang sangat mendalam, dan semoga kondisi dan situasi di Tapanuli Tengah, Kota Sibolga segera membaik dan pulih kembali,” ungkap Bakhtiar.

(AKM/NID/RAD)

Trending