Connect with us

Berita

Mampukah Peternak Lokal Penuhi Kebutuhan 82,9 Juta Telur per Hari untuk MBG?

Mampukah peternak lokal penuhi kebutuhan 82,9 juta telur untuk program MBG? Berikut ulasannya.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 20t170306.785
Mampukah Peternak Lokal Penuhi Kebutuhan 82,9 Juta Telur per Hari untuk MBG? | Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 20 Juni 2025 - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan pasokan harian sebesar 82,9 juta butir telur untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa untuk mencapai target pasokan itu, dibutuhkan sekitar 100 juta ekor ayam petelur.

“Kita butuh banyak pasokan, misalnya saja untuk telur, satu hari saja kita wajibkan makan telur, kita butuh 82,9 juta butir telur. Terus berapa ayam yang dibutuhkan untuk bisa menghasilkan telur itu? Kira-kira 100 juta ekor ayam untuk bisa menghasilkan telur sebanyak itu,” ujar Dadan Hindayana kepada wartawan, Senin (16/6).

Namun, kemampuan produsen lokal dalam memenuhi angka tersebut masih menjadi tanda tanya besar.

Populasi Ayam Petelur Lokal Belum Cukup

Mengenai kondisi peternak lokal, menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Peternak Nusantara (DPP APN) Kabupaten Karawang, Tomy Rimansyah, populasi ayam petelur saat ini masih jauh dari target yang dibutuhkan BGN.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik 2024, populasi ayam ras petelur di Indonesia tercatat sekitar 414,758 juta ekor.

“Meskipun data ini menunjukkan bahwa populasi ayam petelur cukup besar, namun masih di bawah target yang disebutkan,” kata Tomy saat dihubungi MPN Indonesia pada Kamis (19/6).

Kendati demikian, untuk kebutuhan 6,3 juta ton telur ayam ras, Tomy memperkirakan peternak lokal dapat memenuhinya.

Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, populasi ayam petelur di Indonesia mengalami peningkatan.

“Pada tahun 2018, populasi ayam petelur meningkat dari 46,9 juta ekor menjadi 49,5 juta ekor,” katanya.

Namun, ia menegaskan tetap dibutuhkan analisis lebih lanjut untuk menentukan apakah populasi ayam petelur bisa tembus 100 juta ekor dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Anggaran Makan Bergizi Gratis Diprediksi Tembus Rp240 Triliun pada 2026

Tantangan bagi Peternak

Tomy juga mengingatkan bahwa infrastruktur dan rantai pasok telur nasional masih menghadapi berbagai tantangan.

Tantangan yang dimaksud di antaranya keterbatasan kapasitas produksi, distribusi yang belum merata, serta potensi gejolak harga pasar akibat lonjakan permintaan.

“Peningkatan permintaan telur dapat menyebabkan kenaikan harga jika pasokan tidak dapat memenuhi permintaan. Hal ini bisa berdampak pada harga pasaran telur dan kesejahteraan peternak,” ujarnya.

Kendati demikian sejumlah upaya telah dilakukan, mulai dari peningkatan produksi melalui bantuan bibit dan pakan, pengembangan infrastruktur logistik, hingga kerja sama dengan pelaku industri.

(AKM/NID/RAD)

Trending