Connect with us

Berita

Menkomdigi Ungkap Ada 15 Ribu Desa yang Belum Terkoneksi Internet dengan Baik

Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan masih ada sekitar 15 ribu desa di Indonesia yang belum memiliki koneksi internet yang memadai.

Logompn

Published

on

Menkomdigi ungkap ada 15 ribu desa yang belum terkoneksi internet dengan baik
Menkomdigi Ungkap Ada 15 Ribu Desa yang Belum Terkoneksi Internet dengan Baik | Gambar: Instagram/@meutya_hafid

MPN Indonesia 29 Agustus 2025 - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan masih ada sekitar 15 ribu desa di Indonesia yang belum memiliki koneksi internet yang memadai.

Hal ini disampaikan saat memberikan kuliah umum di Universitas Udayana, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis (28/8).

Ia mengatakan, secara nasional tingkat penetrasi internet telah mencapai 80 persen.

Namun, pada tingkat kecamatan dan desa, angka penggunaannya menurun, sehingga tercatat ada sekitar 15 ribu desa yang belum terkoneksi internet dengan baik.

“Kalau kita lihat memang PR kita ada di beberapa daerah seperti di Maluku dan juga di Papua, di mana penetrasi baru 59 persen, kemudian di perkotaan 83 persen, dan di pedesaan 77 persen, datanya menunjukkan bahwa ada kurang lebih 15 ribu desa yang memang belum memiliki koneksi internet yang baik,” kata Meutya dikutip MPN Indonesia dari siaran langsung YouTube Udayana TV, Jumat (29/8)

Potensi Ekonomi Digital Indonesia

Menurut Meutya, tingkat penetrasi internet sebesar 80 persen setara dengan 229 juta penduduk Indonesia yang telah terhubung ke jaringan internet. Jumlah ini menjadi basis bagi pertumbuhan ekonomi digital dalam negeri.

Ia menyebut, proyeksi potensi ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai US$109 miliar atau sekitar Rp1.781 triliun. Sementara pada 2030, angka tersebut diproyeksikan melampaui US$366 miliar.

“Kalau kita lihat potensi ekonomi digital Indonesia, juga mencapai angka yang cukup tinggi yaitu US$109 miliar pada tahun 2025 proyeksinya. Dan untuk tahun 2030 kita proyeksikan lebih dari US$366 miliar,” jelas Meutya.

Meutya menyebut bahwa e-commerce, transportasi daring, dan layanan keuangan menjadi sektor utama pendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Baca Juga:  Prabowo Alokasikan Dana Rp178,7 Triliun untuk Gaji Guru dan Dosen Mulai 2026

Selain itu, QRIS turut menjadi salah satu layanan yang sukses karena sudah dapat digunakan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain.

“Qris kita juga salah satu yang berhasil. Dan, tidak hanya digunakan di Indonesia tapi juga di beberapa negara sudah dapat digunakan layanannya. Kemudian juga pendidikan, adalah salah satu bidang di mana proyeksi ekonomi digital juga tinggi dan berikutnya adalah ekonomi kreatif,” paparnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending