Berita
Pabrik Gas di Rusia Terbakar, Tewaskan 7 Orang
Kebakaran pabrik gas di Amur, Rusia, menewaskan tujuh orang dan melukai 152 lainnya. Sembilan orang masih hilang dan penyebab insiden diselidiki.
MPN Indonesia 28 Agustus 2026 - Pabrik gas di wilayah Amur, Rusia Timur Jauh, mengalami kebakaran pada Selasa (25/8).
Insiden itu menewaskan tujuh orang, membuat sembilan orang lainnya hilang, serta menyebabkan 152 orang terluka.
Enam korban meninggal merupakan warga negara China. Kebakaran pabrik terjadi di kompleks kimia gas Amur yang masih dalam tahap persiapan produksi.
Operator fasilitas menyatakan api telah berhasil dipadamkan pada Rabu (26/8), sementara penyebab kejadian masih diselidiki pihak berwenang.
Korban Tewas, Hilang, dan Luka-Luka
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, operator kompleks menyatakan tujuh orang dipastikan meninggal dunia akibat kebakaran pabrik tersebut dari jumlah itu, enam korban merupakan warga negara China.
Selain korban meninggal, sembilan orang masih dinyatakan hilang.
Sementara itu, total 152 orang mengalami luka-luka dan sebagian harus mendapatkan penanganan medis.
Data korban yang dilaporkan meliputi:
- 7 orang meninggal dunia.
- 6 korban meninggal merupakan warga negara China.
- 9 orang masih dinyatakan hilang.
- 152 orang mengalami luka-luka.
- 36 korban dibawa ke rumah sakit.
Pesawat layanan darurat turut dikerahkan ke lokasi untuk mengangkut korban luka menuju sejumlah rumah sakit di Rusia.
Penyebab Masih Diselidiki
Operator fasilitas menyampaikan kebakaran yang bermula pada Selasa (25/8) telah berhasil dipadamkan pada Rabu (26/8).
Hingga kini, penyebab insiden tersebut belum diketahui secara jelas.
Komite Investigasi Rusia mulai melakukan penyelidikan dengan dugaan adanya pelanggaran terhadap aturan keselamatan industri.
Penyelidik juga berupaya memastikan penyebab pasti kebakaran yang melanda kompleks tersebut.
Kompleks Industri Masih dalam Tahap Persiapan Produksi
Kompleks Kimia Gas Amur merupakan proyek kerja sama antara perusahaan Rusia, Sibur, dan perusahaan minyak serta gas China, Sinopec.
Fasilitas itu disebut sebagai salah satu proyek produksi polietilena dan polipropilena terbesar di dunia.
Saat kejadian, kompleks tersebut belum mulai beroperasi dan masih berada dalam tahap persiapan produksi.
Apabila telah beroperasi penuh, fasilitas itu diproyeksikan memiliki kapasitas produksi:
- 2,3 juta metrik ton polietilena per tahun.
- 400 ribu metrik ton polipropilena per tahun.
Rusia selama ini diketahui menggunakan tenaga kerja asing, termasuk pekerja asal China, dalam pembangunan berbagai proyek industri dan infrastruktur berskala besar.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
