Connect with us

Berita

Guru SD di Nias yang Tak Datang Sebulan Ternyata Harus Jalan Kaki 2 Jam untuk sampai di Sekolah

Ketidakhadiran guru selama sebulan disebabkan oleh tantangan jalur berbatu dan banjir yang menghambat akses menuju sekolah.

Actress 1299250

Published

on

Guru SD di Nias yang Tak Datang Sebulan Ternyata Harus Jalan Kaki 2 Jam untuk sampai di Sekolah
Guru SD di Nias yang Tak Datang Sebulan Ternyata Harus Jalan Kaki 2 Jam untuk sampai di Sekolah. Gambar: Instagram/@sekretariat.kabinet

MPN Indonesia 20 Januari 2025 - Video keluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 078481 Uluna’ai Hiligo’o di Dusun III, Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, siswa memperlihatkan ruang kelas kosong tanpa kehadiran guru selama sebulan terakhir.

Penyelidikan mengungkap bahwa para guru menghadapi tantangan untuk mencapai sekolah, termasuk harus berjalan kaki selama dua jam melewati jalur yang sulit.

Akses Jalan Sulit

Kepala Dinas Pendidikan Nias, Kharisman Halawa, menjelaskan bahwa lokasi SDN 078481 berada di dusun yang terisolir, berjarak 8,5 kilometer dari desa induk.

Satu-satunya cara untuk mencapai dusun ini adalah dengan berjalan kaki melewati medan berbatu dan menyeberangi 13 sungai, dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

Alternatif lainnya adalah melewati Desa Soroma’asi, Kecamatan Ulugawo, melalui jalan berbatu sejauh 4 kilometer dan jalan tanah berbukit terjal sepanjang 4 kilometer.

“Dusun III merupakan salah satu daerah terisolir dengan akses yang sangat terbatas. Medan berat dan kondisi geografis menjadi tantangan utama,” ujar Kharisman melalui pernyataan resmi pada Minggu (19/1).

Tantangan Guru dan Kondisi Dusun

Di sekolah tersebut, terdapat 62 siswa yang semuanya berasal dari Dusun III. Para guru yang bertugas berjumlah sembilan orang, terdiri dari tiga guru PNS, dua guru PPPK, dan empat guru tidak tetap.

Mereka tinggal di luar dusun, sehingga setiap hari harus berjalan kaki untuk mengajar.

Namun, aktivitas mereka kerap terhambat oleh banjir saat curah hujan tinggi, terutama beberapa bulan terakhir.

“Para guru sering tertahan di jalan karena sungai meluap akibat hujan lebat, sehingga mereka tidak dapat tiba tepat waktu di sekolah. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan tidak bisa mencapai sekolah sama sekali,” tambah Kharisman.

Baca Juga:  Viral! Guru Honorer di Sukabumi Rela Mulung usai Ngajar karena Gaji Tak Cukup

Kondisi Dusun III juga menjadi tantangan tersendiri. Wilayah ini dihuni oleh 315 jiwa dari 80 kepala keluarga.

Sekolah tersebut belum dilengkapi dengan rumah dinas guru maupun jaringan listrik.

Langkah Pemerintah Mengatasi Masalah

Menanggapi peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias mengambil langkah untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah mewajibkan para guru tinggal di Dusun III agar dapat hadir tepat waktu setiap hari.

“Para guru diwajibkan tidur di Dusun III yang dekat dengan lokasi sekolah agar proses pembelajaran tetap berjalan meskipun menghadapi kondisi medan yang berat,” ujar Kharisman.

Selain itu, Pemkab Nias terus berupaya membuka akses jalan ke daerah-daerah terisolir.

Saat ini, terdapat 19 desa di Kabupaten Nias yang belum memiliki jalan beraspal.

Namun, terbatasnya anggaran menjadi kendala utama dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Nias membutuhkan dukungan dana untuk memperbaiki konektivitas desa-desa. Hal ini penting agar layanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi pemerintahan dapat berjalan lebih baik di seluruh wilayah,” tutup Kharisman.

Video keluhan siswa yang direkam salah seorang murid memperlihatkan kondisi kelas dan ruang guru yang kosong.

Murid-murid mengeluhkan bahwa guru hanya datang sesekali, bahkan ada yang hanya untuk membunyikan lonceng.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Nias, Rahmat Chrisman Zai, menyatakan bahwa tim telah dibentuk untuk memeriksa seluruh guru yang bertugas di sekolah itu.

“Tim ini dibentuk sesuai arahan Bupati Nias untuk menyelidiki permasalahan di SDN 078481,” kata Rahmat.

Trending