Connect with us

Berita

Banjir dan Longsor Landa Pekalongan, 17 Orang Dikabarkan Tewas dan 9 Hilang

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Petungkriyono, Pekalongan, mengakibatkan 17 korban meninggal dan 9 orang hilang.

Actress 1299250

Published

on

Banjir dan Longsor Landa Pekalongan, 17 Orang Dikabarkan Tewas dan 9 Hilang
Banjir dan Longsor Landa Pekalongan, 17 Orang Dikabarkan Tewas dan 9 Hilang. Gambar: Kolase Tangkapan Layar X/@Heraloebss

MPN Indonesia 22 Januari 2025 - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, mengakibatkan 17 orang meninggal dunia dan 9 lainnya dilaporkan hilang.

Bencana ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (20/1), dengan kondisi cuaca yang masih belum membaik hingga saat ini.

Korban Meninggal Bertambah

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi, mengonfirmasi penambahan jumlah korban jiwa pada Selasa (21/1).

“Hingga saat ini sudah ada 17 korban meninggal di Petungkriyono,” ujar Bergas.

Upaya pencarian korban hilang terus dilakukan, namun belum ada kepastian apakah dua korban tewas terbaru termasuk dalam daftar orang hilang sebelumnya.

Sementara itu, Camat Petungkriyono, Hadi Surono, mengungkapkan bahwa jumlah korban bisa terus bertambah mengingat sejumlah orang belum terdata secara resmi di posko bencana.

“Saat ini ada 5 orang belum ditemukan, tetapi ada kemungkinan jumlahnya bertambah,” jelas Hadi.

Proses pencarian terkendala kondisi geografis yang curam dan rawan longsor, ditambah hujan yang masih mengguyur.

Desa-Desa Terdampak Parah

Banjir dan longsor dilaporkan melanda 9 desa di Kecamatan Petungkriyono.

Desa Kasimpar menjadi wilayah yang terdampak paling parah, dengan sejumlah korban tewas akibat longsor maupun terseret banjir bandang.

Menurut Bergas, banyak korban yang merupakan pemancing di sungai serta warga yang sedang berteduh saat bencana terjadi.

“Ada pemancing dan orang yang berteduh kemudian terbawa banjir bandang. Semua kejadian ini terjadi di Petungkriyono,” ungkapnya.

Selain itu, longsor di Desa Kasimpar menimpa sebuah rumah milik perangkat desa yang saat itu digunakan sebagai tempat berteduh oleh beberapa warga.

Baca Juga:  Waspada! Ini Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak Banjir Rob

“Rumahnya terkena longsor dan seluruh isinya menjadi korban,” kata Hadi.

Proses Evakuasi

Tim penyelamat terus berupaya mencari korban yang masih hilang di lokasi bencana.

Namun, kondisi medan yang curam dan rawan longsor menghambat operasi pencarian.

Ditambah lagi, intensitas hujan yang tinggi membuat situasi semakin berbahaya.

“Tantangan utama adalah lokasi yang sulit dijangkau dan risiko longsor susulan,” jelas Hadi dari posko induk Puskesmas Petungkriyono.

Selain itu, sebanyak 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat tanah longsor, beberapa di antaranya telah dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Penyebab dan Penanganan

Bencana banjir bandang dan tanah longsor ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pekalongan sejak Senin (20/1).

Curah hujan yang tinggi mempercepat terjadinya erosi di wilayah yang memiliki topografi curam seperti Petungkriyono.

BPBD Jawa Tengah telah mengerahkan tim tanggap darurat untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak.

“Kami masih fokus pada upaya pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan mendesak para pengungsi,” kata Bergas.

Trending