Connect with us

Berita

Pejuang Walisongo di Ngawi Bongkar Paksa 5 Makam Ulama Palsu

Lima makam ulama palsu di Ngawi dibongkar Pejuang Walisongo Indonesia. Pembongkaran dilakukan untuk mencegah penyesatan masyarakat.

Actress 1299250

Published

on

Pejuang Walisongo di Ngawi Bongkar Paksa 5 Makam Ulama Palsu
Pejuang Walisongo di Ngawi Bongkar Paksa 5 Makam Ulama Palsu. Gambar: CNN Indonesia

MPN Indonesia 17 Januari 2025 - Sebanyak lima makam ulama palsu di Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, dibongkar paksa oleh Pejuang Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Cabang Ngawi pada Minggu (12/1).

Pembongkaran ini dilakukan dengan pengawalan pihak kepolisian serta persetujuan perangkat desa dan pemilik pekarangan.

Pembongkaran Makam di Lahan Milik Warga

Menurut Ketua PWI LS Cabang Ngawi, Budi Cahyono, makam-makam tersebut berada di pekarangan pribadi milik seorang warga bernama KH Khosim.

Pekarangan itu sebelumnya merupakan gundukan tanah bekas pembuatan batu bata merah.

Budi menjelaskan bahwa lima makam tersebut dilengkapi batu nisan dan diberi nama yang menyerupai tokoh ulama terkenal, seperti Syekh Maulana Muhammad Al-Misri, Syekh Maulana Sahid Al-Multi, Syekh Maulana Sahid Al-Bakri, Syekh Maulana Al-Ngalawi, dan Syekh Maulana Ahmad Muhammad.

Namun, makam-makam itu dinyatakan palsu karena tidak ada jenazah yang dimakamkan di lokasi tersebut.

“Lokasi itu hanya berupa batu nisan tanpa jenazah. KH Khosim, pemilik lahan, telah mengakui secara lisan dan tertulis bahwa makam tersebut dibuat atas perintah gurunya dan berdasarkan firasat lewat mimpi,” ujar Budi pada Rabu (15/1).

Alasan Pembongkaran Makam

Pembongkaran dilakukan untuk mencegah masyarakat mempercayai keberadaan makam ulama palsu tersebut, yang mulai menarik perhatian para peziarah.

Pihak PWI LS menilai bahwa keberadaan makam-makam itu berpotensi menyesatkan karena dikaitkan dengan wali lima.

“Jika makam-makam palsu ini dibiarkan, akan semakin banyak warga yang percaya dan melakukan ziarah ke sana. Padahal, tidak ada jenazah atau wali yang dimakamkan di sana,” tegas Budi.

Kapolres Ngawi, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, mengonfirmasi bahwa pembongkaran dilakukan dengan sepengetahuan dan pengawasan pihak berwenang.

Baca Juga:  Nekat Terobos Perlintasan, Mobil Ringsek Tertabrak KRL Jurusan Duri-Tangerang

“Pembongkaran dilakukan dengan pengamanan dari Polsek Geneng dan koordinasi dengan perangkat desa setempat,” jelasnya.

Riwayat Pendirian Makam

Makam-makam tersebut awalnya dibangun pada tahun 2009 oleh KH Khosim, yang mengaku mendapat perintah dari gurunya berdasarkan firasat lewat mimpi.

Batu nisan di lokasi itu kemudian diperindah pada tahun 2020-an, sehingga menarik perhatian warga yang mulai mempercayai keberadaan makam tersebut sebagai tempat suci.

Menurut Budi, pembongkaran dilakukan tanpa penggalian tanah.

“Kami hanya membersihkan batu-batu nisan tersebut karena pembuatnya sudah mengakui bahwa tidak ada jasad di dalamnya,” ungkapnya.

Trending