Connect with us

Berita

Pramono Pertimbangkan Jaklingko Tak Gratis Lagi, Pramudi Diminta Profesional

Pramono Anung menyatakan akan mempertimbangkan usulan masyarakat mengenai pemberlakuan tarif pada layanan Mikrotrans atau Jaklingko yang selama ini digratiskan.

Logompn

Published

on

Pramono pertimbangkan jaklingko tak gratis lagi, pramudi diminta profesional
Pramono Pertimbangkan Jaklingko Tak Gratis Lagi, Pramudi Diminta Profesional | Gambar: Instagram/@pramonoanungw

MPN Indonesia 3 November 2025 - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan akan mempertimbangkan usulan masyarakat mengenai pemberlakuan tarif pada layanan Mikrotrans atau Jaklingko yang selama ini digratiskan.

“Kadangkala ketika kita kasih gratis pun salah, tapi tidak apa, masukannya akan kami pertimbangkan,” ujarnya saat ditemui awak media di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (30/10).

Usulan tarif tersebut muncul sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terkait perilaku pengemudi Jaklingko yang mengemudi secara ugal-ugalan, bersikap tidak ramah kepada penumpang, serta membawa anggota keluarga saat bertugas.

“Memang Mikrotrans ini kami tidak mau seakan-akan jadi milik pribadi. Di lapangan kan seperti itu, nyetir bawa keluarganya, anaknya ada di sampingnya, itu tidak boleh terjadi. Tetap harus bekerja profesional,” kata Pramono.

Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta

Langkah evaluasi tarif ini diajukan sebagai alternatif dari rencana kenaikan tarif Transjakarta yang saat ini masih dalam tahap kajian oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pramono memastikan bahwa kenaikan tarif Transjakarta akan tetap dilakukan, meskipun waktu penerapannya belum dipastikan.

Kenaikan tarif ini diberlakukan karena beban subsidi untuk layanan Transjakarta mencapai Rp9.700 per tiket.

Ia menilai beban tersebut cukup berat bagi APBD DKI Jakarta, terlebih setelah adanya pemangkasan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp15 triliun pada tahun anggaran 2026.

“Sebenarnya di tarif yang lama pun, kami sudah memberikan subsidi per tiket Rp9.700. Kan terlalu berat, kalau terus-menerus seperti itu apalagi DBH-nya dipotong,” katanya.

Pengamat Sebut Jaklingko Layak Dikenakan Tarif

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, turut memberikan pandangan terkait kebijakan transportasi ini.

Baca Juga:  Pemerintah Larang Siswa SD-SMA Gunakan ChatGPT dalam Pembelajaran

Ia menyarankan agar layanan Jaklingko tidak sepenuhnya digratiskan. Menurutnya, pemberlakuan tarif sebesar Rp1.000 per penumpang masih tergolong terjangkau oleh masyarakat.

“JakLingko itu kan gratis ya. Sebaiknya bayar Rp1.000 saja. Tidak bagus kalau gratis seperti itu. Kalau tarifnya Rp1.000, masyarakat masih sanggup, masa tidak sanggup bayar Rp1.000,” kata Djoko.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending