Berita
Psikolog Sebut Masyarakat Kelas Menengah ke Bawah Rentan Terjerat Judol, Ini Alasannya
Direktur Minauli Consulting, Irna Minauli mengungkapkan bahwa masyarakat kelas menengah ke bawah lebih rentan terjerat judol.
MPN Indonesia 11 Juli 2025 - Direktur Minauli Consulting, Irna Minauli mengungkapkan bahwa masyarakat kelas menengah ke bawah lebih rentan terjerat praktik judi online (judol).
Faktor pemicunya bukan hanya karena tekanan ekonomi, tetapi juga kondisi psikologis yang kerap dialami kelompok ini.
“Berdasarkan beberapa kasus yang saya tangani pada para pecandu judi online ini, mereka memiliki rasa penasaran karena pernah menang dalam jumlah yang cukup besar dan kemudian kalah dengan jumlah yang lebih besar,” kata Irna saat dihubungi MPN Indonesia, Kamis (10/7).
“Mereka berharap bahwa mereka bisa meraih kembali keberuntungannya dengan terus bermain judi online,” sambungnya.
Apa Pemicu Seseorang Bermain Judi Online?
Menurut Irna, pemicu utama seseorang terlibat dalam praktik judi online adalah kondisi yang disebut BLAST, yaitu singkatan dari Bored or Burn-out (kebosanan), Loneliness (kesepian), Anger (kemarahan), Stress, dan Tired (kelelahan).
Kelima kondisi tersebut sering dialami oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, seperti penerima bantuan sosial.
Dalam kondisi itu, mereka cenderung mencari jalan pintas yang dianggap bisa memperbaiki keadaan ekonomi. Salah satunya adalah dengan bermain judi online.
“Mereka melihat judi online sebagai jalan keluar dari kesulitan keuangan yang dialaminya,” ujar Irna.
Mengapa Mereka Terus Kembali Berjudi?
Irna menjelaskan bahwa sebagian besar pecandu judol pernah mengalami kemenangan besar pada awalnya.
Hal ini menimbulkan rasa penasaran dan harapan palsu bahwa mereka dapat menang lagi jika terus bermain, meskipun pada kenyataannya mereka lebih sering kalah dan mengalami kerugian besar.
Dalam praktiknya, para pecandu terus bermain meski sudah menyadari kerugiannya.
Kondisi ini, menurut Irna, berkaitan dengan gangguan psikologis yang disebut impulse control disorder.
Artinya, mereka mengalami kesulitan dalam mengendalikan dorongan untuk tidak berjudi.
“Mereka seolah tidak mampu menahan diri untuk tidak bermain judi online,” ucap Irna.
Apa Dampaknya bagi Kehidupan Mereka?
Ketergantungan pada judi online memiliki dampak besar secara psikologis, sosial, dan ekonomi.
Secara fisik dan mental, para pecandu merasa gelisah atau bahkan sakit ketika tidak berjudi.
Maka dari itu, kecanduan bermain judi online seperti kubangan hitam yang akan terus berputar di situ-situ saja jika tidak ditangani dengan baik.
Kondisi ini dapat merusak hubungan sosial, pekerjaan, dan kehidupan rumah tangga si pecandu.
Banyak di antara mereka yang terlilit utang, termasuk dari pinjaman online, dan pada akhirnya tertekan menghadapi penagihan dari debt collector.
“Akibatnya, mereka juga rentan menjadi pelaku kriminal guna mendapatkan uang untuk membayar hutang dan kembali bermain judi online,” kata Irna.
Bagaimana Upaya Penanganannya?
Menurut Irna, pemblokiran rekening bisa menjadi salah satu cara menghentikan akses ke judi online.
Namun, ia menekankan bahwa yang lebih penting adalah memblokir akses ke situs judinya langsung, karena pecandu bisa mencari cara lain untuk tetap bermain jika situs tersebut masih bisa diakses.
Irna menilai, intervensi pribadi bisa dilakukan dengan mencegah atau mengelola kondisi pemicu seperti stres, kelelahan, atau kesepian.
Namun, karena kondisi itu wajar terjadi dalam kehidupan, yang lebih penting menurutnya adalah melatih kemampuan pengendalian diri.
“Dengan demikian, mereka dapat mengalihkan stres yang dialaminya kepada hal-hal yang lebih positif, seperti dengan berolahraga atau beribadah,” ungkapnya.
Selain itu, Irna menyebutkan bahwa penanganan pecandu harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dari sisi individu, tapi juga melibatkan keluarga dan pemerintah.
Pemerintah harus lebih peka bahwa permasalahan judi online memiliki korelasi antara tekanan ekonomi akibat pengangguran.
Oleh sebab itu, penting untuk menyediakan lapangan kerja yang memadai untuk mengurangi permasalahan judi online ini.
“Kurangnya kesempatan kerja membuat banyak orang melirik judi online sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan yang mereka dambakan,” kata Irna.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
