Connect with us

Berita

Resmi! Unhas jadi Perguruan Tinggi Negeri Pertama di Indonesia Timur yang Punya Dapur MBG

Unhas resmi menjadi PTN pertama di Indonesia Timur yang memiliki SPPG. Fasilitas ini melayani 3.000 penerima manfaat sekaligus pusat riset kampus.

Logompn

Published

on

Resmi! Unhas jadi Perguruan Tinggi Pertama yang Punya Dapur MBG
Resmi! Unhas jadi Perguruan Tinggi Pertama yang Punya Dapur MBG. Gambar: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN

MPN Indonesia 30 April 2026 - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/4).

Peresmian tersebut menjadikan Unhas sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) pertama di Indonesia Timur yang menghadirkan SPPG untuk mendukung program MBG serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam implementasi kebijakan pemenuhan gizi masyarakat.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di lokasi SPPG Unhas yang diberi nama SPPG Tamalanrea 14.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Rektor Unhas Jamaluddin Jompa dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman beserta sejumlah anggota DPRD Sulsel.

Brian menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan kebijakan strategis, termasuk dalam program Makan Bergizi Gratis.

“SPPG yang dibentuk di kampus tidak hanya mendukung program, tetapi juga dapat menjadi teaching factory. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat praktik mahasiswa, penelitian, serta pengembangan lebih lanjut program MBG di masyarakat,” jelasnya di Unhas Makassar, Selasa (28/4).

Peran Unhas

Dadan Hindayana menyampaikan bahwa SPPG Unhas merupakan yang pertama di lingkungan perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur.

“Ini yang pertama di perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur,” katanya.

Ia menyebut bahwa sebelumnya program serupa telah hadir di Institut Pertanian Bogor serta beberapa perguruan tinggi swasta.

Pada awal Januari 2025, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) telah lebih dulu mendirikan dapur MBG.

Dalam kesempatan tersebut, Dadan menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam program makan bergizi gratis.

Baca Juga:  Program MBG Dipangkas jadi 5 Hari, Kecuali di Daerah 3T

“Perguruan tinggi memiliki teknologi, SDM, dan inovasi yang sangat bermanfaat untuk pengembangan program Makan Bergizi, mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, hingga pelatihan dan bimbingan teknis,” katanya.

“Karena teknologi, SDM dan inovasi-inovasi yang dimiliki perguruan tinggi saya kira akan banyak manfaatnya untuk program makan bergizi mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, pelatihan dan bimbingan teknis,” tambahnya.

Dadan turut menyampaikan fasilitas yang dimiliki SPPG Unhas dari hulu hingga hilir, termasuk sistem pengolahan air dan limbah.

Ia menyoroti penggunaan teknologi reverse osmosis yang menghasilkan air layak konsumsi.

“Airnya sudah melalui reverse osmosis, jadi aman untuk diminum dan memasak. Ini penting karena kualitas air sering menjadi faktor gangguan pencernaan,” ungkapnya.

“Jadi pasti dijamin untuk air. Saya kira aspek keamanan terpenting karena sejauh ini kualitas air menjadi faktor di mana gangguan pencernaan terjadi dan dengan adanya teknologi yang sudah dilakukan di SPPG Unhas ini saya kira akan menjadi contoh,” tambahnya.

Integrasi SPPG dengan Pendidikan dan Riset

Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menyatakan bahwa SPPG akan terintegrasi dengan ekosistem pendidikan di kampus.

Program studi yang dilibatkan antara lain Gizi, Kedokteran, Agribisnis, Peternakan, Pertanian hingga Spesialis Anak.

“Kita punya program S1 Gizi dan ini adalah tempatnya mereka juga sebagai laboratorium. Makanya kita sebut laboratorium, termasuk laboratorium gizi,” tuturnya.

Menurut Jamaluddin, untuk mendukung operasional program makan bergizi gratis, SPPG Unhas akan memanfaatkan produk hasil pertanian, peternakan, dan perikanan yang dikembangkan mahasiswa.

Fakultas Teknik juga berperan dalam menciptakan teknologi pencucian peralatan makan yang lebih higienis dan ramah lingkungan.

Selain sebagai dapur operasional, fasilitas ini difungsikan sebagai pusat riset dan inovasi gizi dengan melibatkan mahasiswa serta tenaga pendidik.

Baca Juga:  Gibran Sampaikan Permintaan Maaf dan Minta Usut Tuntas Insiden Mobil MBG Seruduk SD

SPPG Unhas ditargetkan melayani sekitar 3.000 penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil hingga anak sekolah.

“2.000 di antaranya itu khusus untuk sekolah, dan kita minta 1.000 itu khusus untuk anak-anak, mulai dari ibu hamil hingga menyusui, sehingga ini bisa mengawali seribu hari pertama kehidupan,” jelasnya.

Jamaluddin menyatakan penerima manfaat juga akan menjadi bagian dari kajian akademik.

“Akan ada kajian terhadap penerima manfaat itu melalui program-program spesialisasi kedokteran anak,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending