Connect with us

Berita

BMKG Peringatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Jawa Tengah

BMKG memperingatkan cuaca ekstrem di Jawa Tengah hingga Februari 2025. Simak daftar wilayah rawan bencana dan langkah antisipasi dari pemerintah.

Actress 1299250

Published

on

BMKG Peringatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Jawa Tengah
BMKG Peringatkan Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Jawa Tengah. Gambar: Dok. BMKG

Jawa Tengah, MPN Indonesia 31 Januari 2025 - Jawa Tengah menghadapi ancaman serius bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari mendatang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah tersebut.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2025.

Peringatan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana Hidrometeorologi yang dipimpin oleh Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, (27/1).

Potensi Cuaca Ekstrem dan Dampaknya

Dwikorita menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan mengalami puncak musim hujan secara bertahap mulai November 2024 hingga Februari 2025.

“Sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan mengalami puncak musim hujan hingga Februari. Namun, puncak musim hujan ini tidak serempak, terjadi bertahap mulai November, Desember, Januari, hingga Februari. Hal ini membuat potensi bencana, seperti yang terjadi di Pekalongan, masih bisa terjadi. Oleh karena itu, langkah antisipasi terus kami tingkatkan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dipublikasikan pada Rabu, (29/1).

Intensitas curah hujan yang tinggi dipengaruhi oleh kombinasi beberapa fenomena atmosfer global, seperti La Nina lemah, Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang ekuatorial Kelvin dan Rossby.

Selain faktor atmosfer, fenomena astronomis seperti fase bulan baru juga turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah pesisir.

Kelembapan udara yang sangat basah serta aktivitas konvektif lokal juga memicu pembentukan awan hujan yang menjulang tinggi.

Baca Juga:  Prabowo Ingin Kirim Siswa Kedinasan Turun ke Lokasi Bantu Korban Bencana Sumatra

“Semua faktor ini menjadi pemicu utama peningkatan risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, banjir rob, dan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Tengah,” jelas Dwikorita.

Wilayah Rawan Bencana

BMKG memprediksi curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat akan terjadi di berbagai wilayah Jawa Tengah, terutama di kawasan rawan bencana seperti Pekalongan, Batang, Pemalang, Jepara, dan Boyolali.

Dwikorita memperingatkan bahwa wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami tanah longsor dan banjir bandang.

“Kabupaten Boyolali, misalnya, berada dalam kondisi kritis karena keberadaan jalur sungai di lereng Gunung Merbabu yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi,” bebernya.

Selain itu, BMKG juga mengidentifikasi potensi banjir rob yang dapat melanda kawasan pesisir utara dan selatan Jawa Tengah.

Dwikorita menekankan bahwa upaya mitigasi bencana harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat.

“Kita semua harus bekerja sama untuk memastikan keselamatan masyarakat. Informasi yang kami sampaikan bukan hanya untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga untuk membantu masyarakat mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi bencana,” tegasnya.

Langkah Antisipasi Pemerintah Daerah

Menanggapi peringatan dari BMKG, Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengambil langkah-langkah antisipasi.

Langkah tersebut termasuk memetakan jalur evakuasi, memastikan kesiapan drainase di kawasan rawan longsor, dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat desa.

“Masyarakat juga diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti website, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial,” katanya.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk beberapa daerah, seperti Pemalang, Batang, dan Jepara.

Selain itu, potensi banjir rob di pesisir utara diperkirakan terjadi pada 31 Januari 2025.

Baca Juga:  Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Istanbul, Tiga Orang Tewas

Dwikorita juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap tanda-tanda awal bencana, seperti retakan tanah, rembesan air dari lereng, atau pohon yang tiba-tiba miring.

“Jika tanda-tanda ini terdeteksi, masyarakat diimbau segera meninggalkan lokasi rawan dan melapor kepada pihak berwenang,” katanya.

Trending