Connect with us

Berita

Ucapkan Permintaan Maaf, Kepala BNPB: Saya Tak Mengira Bencananya Sebesar ini

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan keterkejutannya terhadap skala bencana banjir di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Logompn

Published

on

Kepala bnpb sampaikan permintaan maaf
Kepala BNPB Sampaikan Permintaan Maaf | Gambar: Dok. BNPB

MPN Indonesia 1 Desember 2025 - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan keterkejutannya terhadap skala bencana banjir di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara.

Suharyanto juga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Bupati Tapanuli Selatan saat meninjau lokasi terdampak di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, pada Minggu (30/11).

“Nah Tapsel nih saya surprise (terkejut). Saya tak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tak peduli,” ujarnya saat kunjungan lapangan tersebut.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa beberapa wilayah yang terdampak butuh penanganan khusus akibat bencana banjir yang melanda Sumatra Utara.

“Kita meneteskan air mata kan melihat seperti itu penderitaan masyarakat. Memang sekarang yang masih harus penanganan khusus ya Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan sekarang ini,” kata Suharyanto.

Pernyataan Kepala BNPB Sebelumnya

Permintaan maaf ini muncul setelah sebelumnya Suharyanto jadi sorotan usai mengungkap alasan mengapa bencana di Sumatra tak kunjung ditetapkan sebagai bencana nasional.

Ia mengatakan bahwa bencana di Sumatra belum memenuhi kriteria yang pernah digunakan pemerintah dalam menetapkan status bencana nasional.

“Yang dimaksud dengan status bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh Indonesia itu kan Covid-19. Sementara bencana-bencana tsunami 2004. Hanya dua itu yang bencana nasional,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11).

Suharyanto juga menjelaskan bahwa situasi bencana yang terlihat mencekam di media sosial tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi terkini di lapangan.

“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik,” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur Jatim Buka Suara soal Aktivitas Paralayang di Bromo

(AKM/NID/RAD)

Trending