Connect with us

Viral

Bangunan Kecil di Boyolali Makan Anggaran Rp112 Juta, Dispertan Klarifikasi Isinya

Bangunan kecil di Boyolali viral karena anggaran Rp112,8 juta. Ini penjelasan dari dinas pertanian!

Logompn

Published

on

Bangunan kecil di boyolali makan anggaran rp112 juta, dispertan klarifikasi isinya
Bangunan Kecil di Boyolali Makan Anggaran Rp112 Juta | Gambar: Kolase TikTok/@uwong_art

Jawa Tengah, MPN Indonesia 23 September 2025 - Proyek pembangunan sebuah bangunan kecil berukuran 1,5 x 1,5 meter di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, memicu perhatian publik setelah diketahui menelan anggaran sebesar Rp112,8 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.

Bangunan yang berdiri di tengah areal persawahan itu viral di media sosial karena dinilai tidak sebanding dengan besar anggarannya.

Berdasarkan pantauan MPN Indonesia di lokasi pada Sabtu (20/9), bangunan ini berdiri di tepi sawah, tepatnya di sebelah utara landasan pacu Bandara Adi Soemarmo.

Lokasinya berada di jalan raya penghubung Mangu-Donohudan atau Bandara-Asrama Haji Donohudan.

Fisik bangunan ini terlihat sederhana, terdiri dari dinding bata merah dengan ventilasi (roster) di tiga sisi, satu pintu di sisi barat, dan atap berbahan galvalum.

Menanggapi sorotan publik, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali menegaskan bahwa struktur tersebut merupakan rumah pompa yang menjadi bagian dari program irigasi perpompaan (Irpom) Tahun Anggaran 2024.

“Bangunan tersebut merupakan bagian dari paket kegiatan Irigasi Perpompaan (Irpom) Tahun Anggaran 2024 yang bertujuan untuk mendukung penyediaan air bagi lahan pertanian,” ujar Kepala Dispertan Boyolali, Suyanta kepada wartawan, Senin (22/9).

Rincian Anggaran Proyek Irigasi Perpompaan

Dinas Pertanian Boyolali menjelaskan bahwa dana sebesar Rp112,8 juta tersebut tidak hanya digunakan untuk mendirikan rumah pompa, tetapi mencakup seluruh rangkaian kegiatan irigasi perpompaan, yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani.

Kegiatan tersebut mencakup:

  • Jasa tes geolistrik untuk menentukan titik pembuatan sumur dalam.
  • Pengeboran dua titik sumur dalam:
    • Titik pertama sedalam 110 meter.
    • Titik kedua sedalam 85 meter.
  • Masing-masing menggunakan lubang sumur 8 inci dan casing 6 inci.
  • Pembelian material untuk dua titik sumur.
  • Pengadaan dua unit mesin pompa submersible:
    • Satu unit berdaya 4 HP.
    • Satu unit berdaya 3 HP.
  • Dilengkapi instalasi.
  • Pembangunan rumah pompa berukuran 1,5 x 1,5 meter sebagai pengaman panel, meteran, dan sarana pelindung alat pertanian.
  • Pemasangan pipa distribusi air sepanjang 130 meter.
  • Pemasangan dua unit jaringan listrik PLN berdaya 3.500 VA.
  • Pembangunan jaringan listrik tambahan sepanjang 600 meter dan 300 meter.
  • Pembayaran upah pekerja.
Baca Juga:  Ini Kata BGN soal Surat Perjanjian Orang Tua Tak Boleh Tuntut jika Ada Keracunan MBG

“Perlu ditegaskan bahwa kegiatan Irpom Tahun 2024 ini bukan dilaksanakan langsung oleh Dinas (Pertanian), melainkan melalui mekanisme swakelola oleh kelompok tani penerima manfaat, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas Suyanta.

Manfaat Langsung Bagi Petani dan Ketahanan Pangan

Program ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan di Boyolali, terutama di wilayah yang kerap mengalami kekeringan akibat pasokan air dari Waduk Cengklik tidak mencukupi saat musim kemarau.

Dengan keberadaan sistem irigasi ini, sawah seluas 10 hektare di sekitar titik sumur dapat tetap ditanami.

“Dengan adanya sumur Irpom ini, telah dapat ditanami padi seluas 10 hektare di sekitar lokasi sumur, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun musim kemarau berlangsung,” tegas Suyanta.

“Jadi bukan hanya bangunannya ya. Di papan proyek memang tidak memuat RAB-nya. Anggaran sebesar Rp112 juta itu mencakup seluruh pekerjaan, mulai dari pembuatan sumur, casing, hingga pembelian pompa dan kebutuhan irigasi,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian Boyolali, Retno Nawangtari, dalam laporan terpisah, Kamis (18/9).

Retno juga menyebut bahwa program ini memastikan lahan pertanian tetap produktif meskipun di musim kemarau, memberikan manfaat langsung kepada para petani.

(AKM/NID/RAD)

Trending