Viral
BGN Suspend SPPG yang Viral Buntut Konten Joget Dapat Rp6 Juta per Hari dari MBG
BGN membekukan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Hendrik Irawan, mitra MBG asal Batujajar, Jawa Barat.
MPN Indonesia 26 Maret 2026 - Badan Gizi Nasional (BGN) membekukan sementara atau suspend satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Hendrik Irawan, mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Keputusan ini diambil setelah viralnya video Hendrik berjoget di dapur SPPG sambil menyebutkan mendapat insentif Rp6 juta per hari.
BGN Sidak Langsung Lokasi
Penangguhan dapur SPPG dilakukan setelah BGN melakukan inspeksi langsung ke lokasi.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan dapur milik Hendrik di-suspend karena layout dapur dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tidak sesuai dengan petunjuk teknis.
“Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL-nya tidak benar, jadi kita suspend,” ujar Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3).
Inspeksi dilakukan langsung oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen Doni Dewantoro.
Ia meninjau struktur dapur SPPG dan memberikan arahan langsung kepada pemilik untuk memperbaiki tata letak dan fasilitas pendukung.
Nanik: Kami Sangat Kecewa
Nanik menyampaikan kekecewaan atas tindakan Hendrik yang dinilai tidak mencerminkan etika mitra program pemerintah.
“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” ujarnya.
Selain itu, Nanik menyoroti keberadaan Hendrik di dapur tanpa mengenakan APD saat membuat konten joget.
“Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten-konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD. Tentu kami akan memantau dapurnya,” tambahnya.
Hendrik diketahui memiliki tujuh SPPG, namun hanya satu yang telah beroperasi.
Keenam SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan dan akan diawasi secara ketat oleh BGN selama proses pembangunan dan operasional.
Hendrik Minta Maaf
Hendrik Irawan sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya atas video joget yang viral.
“Saya Hendrik Irawan memohon maaf pada netizen, saya tidak masalah dihujat setiap hari, dan saya tidak ada tujuan melecehkan program Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa insentif Rp6 juta yang ia sebut bukan berasal dari jatah makanan MBG anak-anak, melainkan bentuk apresiasi dari Presiden.
“Jadi itu bukan kami dapat dari jatah MBG anak-anak, tapi itu insentif dari Pak Prabowo Subianto karena saya membangun dapur SPPG ini menggunakan uang saya sendiri. Saya tidak membangun SPPG ini menggunakan uang pemerintah,” ungkap Hendrik.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Saya pun mau mohon maaf kepada Bapak Presiden selaku simbol negara selaku pimpinan tertinggi,” ujarnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
