Connect with us

Viral

Bikin Terharu! Alih-alih Benci, Ibunda Timothy Malah Angkat Pembully Buat jadi Anaknya

Ibunda dari mendiang mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah, mengungkap bahwa dirinya meminta salah satu pembully untuk gantikan peran anaknya.

Logompn

Published

on

Sambil menahan tangis ibunda timothy angkat pembully jadi anaknya
Bikin Terharu! Alih-alih Benci, Ibunda Timothy Malah Angkat Pembully Buat jadi Anaknya | Gambar: YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo

MPN Indonesia 24 Oktober 2025 - Ibunda dari mendiang mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah, berbicara soal kepergian anaknya yang sempat menyorot perhatian publik.

Kepergian Timothy menarik simpati netizen, terlebih ada dugaan pembully-an yang menyebabkan mahasiswa FISIP itu mengakhiri hidup dengan lompat dari gedung lantai 4.

Dalam pernyataannya di podcast YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, sang ibunda mengungkap keputusannya untuk mengangkat salah satu dari mahasiswa yang diduga membully Timothy jadi anaknya sendiri.

Sang ibunda menyebut bahwa saat itu, mahasiswa yang diduga terlibat dalam grup percakapan yang memperolok anaknya setelah kejadian mendatanginya. Mereka adalah Leo, Vito, dan Erik.

Leo saat itu mendatanginya ke rumah duka dalam kondisi terpukul dan merasa bersalah. Namun, Ibunda Timothy meminta agar Leo tidak perlu takut dan menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran.

Hal serupa juga disampaikan kepada Vito saat menemuinya di gereja. Namun, Ibunda Timothy memintanya untuk melakukan wajib lapor karena kini sudah tak memiliki anak.

“Saya sampaikan hal yang sama, tapi saya tambahkan, kamu saya kenai wajib lapor. Tante sudah enggak punya anak lagi. Jadi kamu sekarang harus jadi anak tante,” katanya kepada Vito sebagaimana dikutip MPN Indonesia pada Jumat (24/10).

Bantah Timothy Idap Gangguan Mental

Dalam podcast yang sama, Ibunda Timothy menegaskan bahwa narasi yang beredar tentang anaknya mengalami gangguan mental perlu diluruskan.

Ia menjelaskan bahwa sejak SMP Timothy memang pernah menjalani terapi, tetapi bukan karena gangguan mental seperti yang dikira banyak orang.

“Timothy itu sejak SMP sudah mendapatkan penanganan psikologis dan terapi karena masalah kesehatan mental yang dia miliki,” ucapnya.

Baca Juga:  Kegep Berhubungan Intim, Pasangan Pelajar SMP di Lampung Langsung Dinikahkan

Namun, ia menambahkan bahwa terapi tersebut berhenti secara bertahap dan tidak ada diagnosis gangguan mental yang spesifik.

Ia juga mengklarifikasi bahwa kabar Timothy sering menyakiti diri sendiri tidak sepenuhnya tepat. Menurut sang ibu, memang pernah ada insiden Timothy memukul kepala ke tembok saat frustrasi, tapi itu tidak berulang.

“Makanya kalau dibilang bahwa Timothy itu di-bully selama kuliah, saya pikir enggak. Karena dia itu bertahun-tahun dia belajar bagaimana merespon terhadap bully,” jelasnya.

Sempat Berbicara dengan Timothy sebelum Meninggal

Ibunda Timothy juga menjelaskan kronologi kejadian secara rinci. Ia mengaku mendapat telepon dari dosen pembimbing Timothy yang memintanya segera ke IGD RS Sanglah.

Saat tiba, Timothy masih sadar dan sempat berbicara dengannya.

“Saya tanya, ‘Timi ini ada yang bilang dari lantai dua, ada yang bilang dari lantai tiga. Timi jatuhnya dari mana?’ Terus Timi bilang, ‘Lantai 4, Mami,’ gitu,” ungkapnya.

Saat itu ia juga melihat kondisi anaknya yang meski dalam keadaan serius, tidak mengalami luka terbuka parah.

“Buat saya itu sudah mukjizat. Badan itu utuh,” katanya sambil menahan tangis.

Ia pun terus mendampingi proses medis dari rontgen hingga CT scan, sampai akhirnya Timothy dinyatakan meninggal dunia.

“Saya tahu, oh ini Tuhan lebih sayang sama Timi,” ucapnya.

Rekaman CCTV yang Beredar Bukan di Kampus

Ia juga buka suara bahwa tidak pernah ada CCTV yang ditunjukkan kepadanya oleh pihak kampus maupun rumah sakit.

Terkait kabar video viral yang disebut-sebut rekaman CCTV Timothy, ia membantah rekaman tersebut bukan milik kampus.

“Bukan (Timmy). Yang paling saya kesal juga video yang CCTV itu. Aduh di mana-mana ada video CCTV Timy yang kelihatannya lari ke lantai 2. Itu pun bukan di kampus Udayana itu,” katanya.

Baca Juga:  Siswi 4 SD di Manggarai Timur Tewas usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

Sementara itu, soal respons kampus, ia menyebut pihak Universitas Udayana sangat kooperatif sejak awal. Ia pun telah menyampaikan beberapa permintaan ke kampus.

“Yang pertama, kampus tolong keluarga kami privately diberikan kronologi semuanya ini. Kemudian yang kedua, saya minta di kampus diadakan proses review untuk improvement supaya hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Di akhir podcast, Ibunda Timothy menyampaikan rasa cinta yang besar kepada sang anak dengan penuh haru.

“Mami sayang sama Timi. Mami bangga sama Timi. Kalau Timi lihat semua ini sekarang, Timi tahu bahwa Timi punya dampak untuk membuat bangsa ini jadi generasi yang lebih baik,” ucapnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending