Viral
Demi Followers, TikToker Malaysia Nekat Bikin Konten Hoaks Hilang di Hutan Bandung
Konten soal tiktoker asal Malaysia yang hilang di hutan Bandung ternyata hoaks. Simak selengkapnya di sini!
MPN Indonesia 8 Februari 2025 - Seorang TikToker asal Malaysia, Ammar Nazhan, bersama rekannya Aras Bin Abdullah, membuat konten hoaks tentang hilangnya seorang perempuan bernama Eyka di hutan Bandung.
Kabar tersebut viral di media sosial hingga mendapat 3,7 juta penayangan sebelum akhirnya terungkap bahwa kejadian tersebut hanyalah rekayasa.
Eyka disebut menghilang setelah mengikuti aktivitas paranormal di sebuah hutan di Bandung selama tiga hari.
Ia kemudian ditemukan dalam kondisi lemah pada Kamis malam (6/2) sekitar pukul 22.00 WIB.
Proses pencariannya disiarkan secara langsung melalui akun TikTok @Arasz, yang semakin menarik perhatian publik.
Kronologi Hoaks yang Dibuat
Ammar Nazhan, seorang influencer berusia 29 tahun, mengungkapkan bahwa ia terakhir kali melihat Eyka pada Senin dini hari (3/2) saat melakukan aktivitas paranormal bersama sekelompok orang.
Dari lebih dari 20 peserta, hanya tujuh orang yang memasuki hutan, termasuk Eyka.
Ia menyatakan bahwa laporan polisi baru dibuat setelah 48 jam sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Sebelum melapor, mereka berusaha mencari Eyka secara mandiri dengan bantuan warga setempat.
Ammar juga meyakinkan keluarga Eyka bahwa ia akan menangani proses pencarian di Indonesia.
Unggahan Ammar di TikTok mengenai hilangnya Eyka memicu simpati warganet.
Banyak pengikutnya mendoakan agar Eyka segera ditemukan.
Namun, setelah kasus ini viral, terungkap bahwa kejadian tersebut hanya bagian dari skenario untuk menarik perhatian publik dan meningkatkan jumlah pengikut mereka di media sosial.
Polisi Pastikan Informasi yang Disebarkan adalah Hoaks
Kapolsek Panyileukan, Kompol Kurnia, menegaskan bahwa informasi mengenai hilangnya warga negara asing (WNA) Malaysia di hutan Bandung tidak benar.
Ia menjelaskan bahwa konten tersebut dibuat semata-mata untuk menaikkan popularitas akun TikTok dan YouTube para kreator tersebut.
Kurnia juga menyampaikan bahwa para kreator asal Malaysia itu tidak memiliki izin dari pihak kepolisian saat membuat konten tersebut.
“Mereka tidak mengetahui bahwa di Indonesia ada undang-undang yang mengatur sanksi bagi penyebaran berita hoaks,” ujarnya.
Setelah kasus ini terungkap, kedua kreator itu telah meminta maaf kepada pihak kepolisian dan menandatangani surat pernyataan di atas meterai untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Kasus Serupa di Media Sosial
Kasus penyebaran berita hoaks demi popularitas di media sosial bukan pertama kali terjadi.
Sebelumnya, seorang influencer asal Indonesia juga melakukan hal serupa saat mengaku ditahan oleh pihak imigrasi Thailand.
Dalam video yang viral di TikTok, wanita tersebut mengklaim bahwa ia dan suaminya mengalami masalah di pos imigrasi Thailand saat hendak berbulan madu.
Namun, hasil investigasi otoritas Thailand menemukan bahwa wanita tersebut sebenarnya melakukan perjalanan seorang diri.
Pejabat imigrasi Thailand menyatakan bahwa video tersebut merugikan citra pariwisata negara mereka.
Rekaman CCTV juga membuktikan bahwa klaim dalam video tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
