Connect with us

Viral

Detik-detik Gedung Asrama Pesantren di Bireuen Aceh Ambruk ke Sungai akibat Longsor

Asrama pesantren di Bireuen, Aceh ambruk akibat longsor setelah pengaman tebing gagal.

Logompn

Published

on

Detik detik gedung asrama pesantren di bireuen aceh ambruk akibat longsor
Gedung Asrama di Bireuen ambruk. Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@andreli_48

Aceh, MPN Indonesia 27 November 2025 - Gedung asrama pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah yang berlokasi di Meunasah Subung, Cot Meurak Blang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, ambruk ke sungai akibat longsor pada Rabu (26/11).

Peristiwa ini terjadi tanpa menimbulkan korban jiwa karena seluruh santri telah lebih dulu dievakuasi ke masjid pesantren.

“Alhamdulillah, tidak ada korban, karena santri sudah diungsikan dari semalam ke masjid pesantren, Allah maha kuasa,” kata pembina Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah, Tengku Adli Abdullah, dikutip MPN Indonesia dari Antara, Kamis (27/11).

Longsor terjadi setelah derasnya arus sungai menghancurkan pengaman tebing yang berada di sisi bangunan asrama.

Lokasi bangunan tersebut diketahui memang berada di tepi sungai dan rawan bencana, terlebih setelah wilayah Aceh diguyur hujan deras selama sepekan terakhir.

Kegagalan Struktur Pengaman Tebing

Adli menyatakan bahwa longsor disebabkan oleh kegagalan struktur pengaman tebing sungai yang dibangun menggunakan batu gajah.

“Longsor disebabkan batu gajah yang dipasang (pengaman tebing sungai) tidak sesuai,” ujarnya.

Tembok pengaman sungai tersebut dibangun pada tahun 2016 dan sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat banjir bandang dari sungai Krueng Batee Iliek.

Proyek pembangunan pengaman itu pun pernah diproses secara hukum, dan pihak terkait sudah menjalani hukuman.

Bangunan yang roboh merupakan asrama putra yang berada dalam kompleks Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah, yang dipimpin oleh Tgk Tarmizi M Daud Al Yusufy atau Waled Ar.

Kerugian Capai Rp6 Miliar

Akibat ambruknya bangunan, diperkirakan kerugian materi mencapai lebih dari Rp6 miliar.

Bangunan yang rusak menyebabkan 329 santri kehilangan tempat tinggal beserta pakaian dan perlengkapan pribadi mereka.

Baca Juga:  Siaga Darurat, 18 Kecamatan di Pandeglang Terdampak Banjir

“Kita butuh dapur darurat dan pakaian pengganti bagi santri yang menghuni asrama ini mencapai 329 orang,” kata Adli.

Saat ini, seluruh santri telah dievakuasi dan menetap sementara di masjid dayah setempat.

Pihak pengelola pesantren berharap adanya penanganan darurat dari pemerintah, khususnya dalam penyediaan dapur umum dan kebutuhan dasar lainnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending