Connect with us

Viral

Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran Desa Sade di Lombok

Kebakaran melanda Desa Adat Sade di Lombok Tengah. Penyebab sementara diduga terkait korsleting listrik.

Logompn

Published

on

Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran Desa Sade di Lombok
Lalu Muhamad Iqbal hadir di Posko tanggap Bencana Gempa Bumi di Desa Satarpadu. Gambar: Instgaram/@iqbal_lalu_muhamad

Nusa Tenggara Barat, MPN Indonesia 24 Agustus 2026 - Dugaan sementara penyebab kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, masih dalam penyelidikan aparat.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam (22/8) telah menghanguskan sejumlah hunian di kawasan wisata budaya tersebut.

Pemerintah daerah bersama kepolisian kini berfokus pada penanganan warga terdampak, restorasi kawasan, serta penyelidikan penyebab pasti insiden tersebut.

“Kemungkinan ada yang terkait dengan elektriknya, dengan listrik yang ada, aliran listrik yang ada di situ,” ujar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal kepada awak media di JCC, Jakarta, Minggu (23/8).

Berdasarkan informasi awal, api dilaporkan berasal dari salah satu bangunan yang diduga mengalami korsleting listrik.

Kobaran kemudian cepat menyebar ke bangunan lain karena sebagian besar rumah menggunakan material kayu, bambu, dan atap ilalang.

Petugas pemadam kebakaran bersama masyarakat, TNI, Polri, dan instansi terkait melakukan upaya pemadaman.

Armada tambahan dari pemerintah provinsi serta kabupaten sekitar turut dikerahkan untuk membantu mengendalikan situasi.

Penanganan Warga Terdampak

Setelah memastikan kondisi warga, pemerintah daerah mengalihkan perhatian pada pemulihan kawasan.

Pemerintah Desa Rambitan juga menyiapkan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai tempat pengungsian sementara bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran rumah tersebut.

“Setelah menangani korban, menangani apa, menangani masyarakat yang tinggal di situ yang 70 KK, sekarang kita fokus untuk mempersiapkan restorasinya karena kita ini restorasi benda, apa namanya daerah yang bersejarah begitu,” ujar Lalu.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan 72 Orang jadi Tersangka Karhutla di Berbagai Wilayah

Gubernur menegaskan proses pemulihan akan mempertahankan nilai sejarah kawasan.

Restorasi dilakukan dengan mengembalikan bentuk bangunan seperti semula sehingga memerlukan proses dan biaya yang besar.

“Nggak (akan menghilangkan nilai sejarah), justru itu nanti pasti prosesnya akan sangat mahal karena kita harus memastikan bahwa itu dibangun kembali seperti, namanya juga restorasi, kembali seperti semula,” lanjutnya.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Insiden

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan pendataan bersama aparat dan pemerintah desa.

“Yang penting sekarang nggak ada korban, teman-teman dari Polres Kadus Kades saya tanya sejauh ini enggak ada korban,” ujar Lalu.

Proses pemadaman terus dilakukan hingga api berhasil dikendalikan.

Pemerintah juga membuka akses menuju titik kebakaran menggunakan alat berat agar mobil pemadam dapat menjangkau area yang sulit diakses.

“Yang penting kami pastikan penghuni dulu alhamdulillah dan sekarang terima kasih proses pemadaman hanya satu titik di tengah yang harus dipadamkan. Tadi Kades sudah membuat akses dengan alat berat dan damkar sudah masuk ke tengah memadamkan bagian tengah,” lanjut Lalu.

Selain penanganan darurat, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak, termasuk tempat tinggal sementara dan proses pemulihan kawasan.

Polisi Masih Menyelidiki Penyebab Kebakaran

Sementara itu, anggota Polda NTB bersama Polres Lombok Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran rumah di kawasan tersebut.

Garis polisi telah dipasang di lokasi, sementara sejumlah pejabat daerah turut meninjau area terdampak.

“Iya, ini tim gabungan dari Polda dan Polres. Kemudian rencananya kami meminta backup dari Bali,” ujar Kapolres Lombok Tengah Kombes Hariyanto kepada awak media, Minggu (23/8).

Baca Juga:  Markas Gegana di Kwitang Terbakar, Diduga karena Puntung Rokok

Hariyanto menegaskan penyebab pasti insiden belum dapat dipastikan karena penyelidikan masih berlangsung.

“Sampai sekarang belum. Nanti menunggu hasil dari tim ini ya,” tegasnya.

Sejak Sabtu malam hingga Minggu, kepolisian mengerahkan sekitar 100 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk membantu evakuasi dan mengamankan lokasi.

Desa Adat Sade Merupakan Kawasan Wisata Budaya

Desa Adat Sade dikenal sebagai permukiman masyarakat Suku Sasak yang masih mempertahankan tradisi turun-temurun.

Kawasan ini juga menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Lombok, Nusa Tenggara Barat, karena mempertahankan arsitektur tradisional dan kehidupan masyarakat adat.

Masyarakat setempat juga mempertahankan tradisi menenun kain Sasak secara manual.

Kaum perempuan diwajibkan menguasai keterampilan menenun sebelum menikah, sedangkan sebagian besar laki-laki bekerja sebagai petani atau pemandu wisata di Lombok.

 (AKM/NID/RAD) 

Trending