Connect with us

Berita

Petugas Damkar Hadapi Masalah Teknis Saat Kebakaran Gereja GST Agape di Depok

Kebakaran melanda Gereja GST Agape Ministry di Depok, mengakibatkan seluruh bangunan terbakar.

Actress 1299250

Published

on

Petugas Damkar Hadapi Masalah Teknis Saat Kebakaran Gereja GST Agape di Depok
Petugas damkar Depok. Gambar : instagram@/depok24jam

Jawa Barat, MPN Indonesia 24 Juli 2024 - Pada Selasa malam, (23/7), kebakaran melanda Gereja GST Agape Ministry yang terletak di Jalan Raya Bogor, Cisalak, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Kebakaran tersebut mengakibatkan seluruh bangunan gereja ludes terbakar.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Depok bergegas menuju lokasi, namun menghadapi berbagai masalah teknis yang memperlambat upaya pemadaman api.

Kendala ini menjadi salah satu faktor utama mengapa kebakaran tidak dapat segera dikendalikan.

Masalah Teknis Petugas Damkar Depok

Saat kebakaran terjadi, petugas Damkar dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cimanggis menghadapi tantangan karena alat damkar rusak.

Menurut Sandi Butar Butar, salah satu petugas Damkar UPT Cimanggis, pompa mobil pemadam mengalami kerusakan dan belum diperbaiki.

Kondisi ini memperlambat aliran air yang dibutuhkan untuk memadamkan api di gereja di Depok.

“Ini ada kebakaran, karena mobil unit kecil kita masuk mobil yang gede, tapi sulit gang sempit kita bawa mobil besar,” ujar Sandi dalam sebuah rekaman video yang beredar.

Dalam keterangannya, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada umat Kristen atas ketidakmampuan timnya untuk menyelamatkan gereja yang terbakar.

Selain masalah pompa, mobil pemadam berkapasitas 1.000 liter yang biasa digunakan sedang dalam perbaikan, sehingga tim Damkar terpaksa menggunakan mobil pemadam berkapasitas 3.500 liter.

Namun, karena ukuran mobil yang lebih besar, akses menuju lokasi kebakaran terhambat oleh kondisi jalan yang sempit di sekitar lokasi.

Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam proses pemadaman api.

Hambatan Lain dalam Proses Pemadaman

Selain alat damkar rusak, petugas juga dihadapkan pada masalah teknis lain yang memperpanjang durasi pemadaman.

Baca Juga:  Sejoli yang Mesum di Taksi Online Diblokir Permanen Gojek dan bakal Dipanggil Polisi

Pompa Power Take-Off (PTO) pada mobil pemadam tidak berfungsi dengan baik, sehingga proses penyemprotan air untuk memadamkan api tertunda selama sekitar 20 menit.

Akibatnya, kebakaran semakin besar sebelum akhirnya bisa dikendalikan.

Menurut Komandan Regu Damkar UPT Cimanggis, Johan Yakub, hambatan teknis ini membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama dari yang diharapkan.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim Damkar melanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan bahwa tidak ada api yang tersisa, yang memakan waktu tambahan sekitar 60 menit.

Johan juga menekankan bahwa total waktu yang dibutuhkan untuk memadamkan api di gereja terbakar ini sekitar 30 menit.

Dalam upaya pemadaman ini, sebanyak delapan mobil pemadam dan sekitar 20 personel dikerahkan.

Dugaan Penyebab Kebakaran

Sementara itu, dugaan awal menyebutkan bahwa sumber api berasal dari dapur yang terletak di bagian belakang bangunan gereja.

Meskipun tim Damkar berhasil tiba di lokasi pada pukul 20.00 WIB, masalah teknis yang dihadapi, termasuk pompa yang tidak berfungsi, membuat air baru bisa disemprotkan setelah api sudah menyebar luas.

Peristiwa ini merupakan salah satu berita lokal di Jawa Barat, yang menunjukkan betapa sulitnya menangani kebakaran di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

Trending