Viral
Pihak GBK Klarifikasi soal Viral Komunitas Diminta Bayar Rp1,9 Juta untuk Bermain
Pengelola GBK beri klarifikasi soal keluhan biaya Rp1,9 juta untuk komunitas. Pihak GBK menyebut tarif hanya berlaku untuk kegiatan komersial.
MPN Indonesia 2 Juli 2025 - Gelora Bung Karno (GBK) menjadi sorotan publik setelah keluhan dari akun X (dulu Twitter) @Dinogalak pada Kamis (27/6) viral di media sosial.
Dalam unggahannya, ia menyampaikan bahwa komunitas permainan tradisional yang rutin berkegiatan di kawasan GBK setiap Jumat dikenai biaya Rp1,9 juta per kegiatan, meskipun bersifat gratis dan tidak menggunakan fasilitas khusus.
“Kegiatan komunitas bermain GRATIS dan semua orang boleh main. Aktivitas cuma permainan tradisional. Tapi dipalakin sampai 1,9 juta/kegiatan? Terus buat apa bayar pajak? Kita juga nggak pakai lapangan khusus,” tulis @Dinogalak dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (2/7).
Ia menambahkan bahwa kegiatan mereka dilakukan tanpa speaker, tidak mengganggu jalan, dan seluruh panitia bekerja secara sukarela.
“Masih diperas tiap minggu harus bayar 1,9 juta? Repot banget mau main bareng doang,” tambahnya.
Penjelasan dari Pihak Pengelola GBK
Menanggapi viralnya keluhan tersebut, pihak pengelola GBK memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resmi @love_gbk, Minggu (29/6).
Mereka menjelaskan bahwa kegiatan komunitas permainan tradisional memang telah lama berlangsung di area GBK dan bahkan kerap menjadi bagian dari kolaborasi resmi.
“Kegiatan serupa sejak dulu sudah ada dan kita sering kolaborasi bersama sebagai bagian dari Community of GBK,” tulis pihak pengelola dalam unggahannya.
GBK juga menegaskan dukungannya terhadap berbagai aktivitas komunitas yang memanfaatkan ruang terbuka publik di kawasan tersebut.
“Kami menyambut beragam kegiatan yang menjadikan GBK sebagai tempat berkumpul yang aman, nyaman, selaras dengan semangat kebersamaan dan sportivitas,” tambahnya.
Biaya Hanya untuk Kegiatan Komersial
Terkait tarif Rp1,9 juta yang menjadi keluhan, pihak GBK menegaskan bahwa pengenaan biaya hanya diberlakukan untuk kegiatan bersifat komersial.
“Pengenaan tarif diberlakukan bagi kegiatan yang bersifat komersil. Pengaturan kegiatan di GBK bertujuan agar ruang publik ini dapat dinikmati oleh seluruh kalangan dan menjaga kenyamanan bersama,” jelas pernyataan tersebut.
Pengelola juga mengajak komunitas yang tergabung dalam #GBKPeople untuk berdialog jika ada kendala atau pertanyaan.
“Kami mempersilakan komunitas #GBKPeople untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan kami melalui email [email protected] atau DM ke akun @love_gbk,” tulis pihak GBK.
Komitmen GBK sebagai Ruang Publik
Pihak GBK menyatakan komitmennya untuk menjaga kawasan sebagai ruang publik yang terbuka bagi semua.
Klarifikasi ini disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman, serta untuk memastikan kenyamanan seluruh pengguna kawasan GBK.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
