Connect with us

Viral

Pilu! Ini Isi Surat Siswi MTs di Sukabumi yang Gantung Diri di Rumah

Siswi MTs Negeri di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berinisial AK (14) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa malam (28/10).

Logompn

Published

on

Pilu! ini isi surat siswi mts di sukabumi yang gantung diri di rumah
Isi Surat Siswi MTs di Sukabumi yang Gantung Diri di Rumah | Gambar: Kolase X/@laporndan3

Jawa Barat, MPN Indonesia 1 November 2025 - Siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berinisial AK (14) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa malam (28/10).

Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Sukabumi, Agus Santosa mengonfirmasi bahwa korban meninggal akibat bunuh diri.

“Kejadian siswi MTs AK yang kemarin meninggal dunia karena gantung diri, kita menyatakan bahwa itu benar terjadi di Kabupaten Sukabumi,” katanya saat ditemui awak media di kantornya pada Kamis (30/10).

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan surat tulisan tangan yang diduga merupakan pesan terakhir korban, berisi ungkapan perasaan dan permintaan maaf kepada keluarga serta rekan-rekannya.

Agus pun menyebut bahwa dari surat tersebut digunakan untuk proses identifikasi.

“Kemudian kita juga mengidentifikasi penyebab masalahnya, karena almarhumah sebelum meninggal memberikan catatan-catatan, dan ini sedang kita identifikasi,” ujarnya.

Isi Surat Peninggalan Korban

Dalam surat tersebut, AK menulis menggunakan campuran bahasa Sunda dan Indonesia dengan menyebut dirinya sebagai ‘Eneng’.

Di awal surat, korban menuliskan permintaan maaf kepada orang tua dan guru di madrasah tempat ia belajar.

“Mah, kalau misalnya Eneng punya salah sama Mamah, maaf ya. Eneng nggak bermaksud nyakitin hati Mamah… Pak, maaf juga kalau Eneng ada salah sama Bapak… Dan teruntuk guru di sekolah, A (nama korban) minta maaf kalau punya salah sama Ibu-bapak semuanya,” tulisnya seperti yang dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (1/11).

Ia bahkan menuliskan perasaannya terhadap teman-teman yang kerap menyindir atau berkata kasar kepadanya. Dalam suratnya, korban menyebut beberapa nama teman sekelas dan mengaku berusaha memaafkan mereka meski hatinya terluka.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Umumkan Efisiensi Anggaran hingga Rp5,1 Triliun untuk Program Prioritas Rakyat Jawa Barat

“Dan untuk teman-teman sekelas, A cuma bisa memaafkan buat yang tidak suka nyindir-nyindir A, kayak (menyebutkan empat nama teman sekelas). Yang selebihnya, kalau mau dimaafkan, datang saja ke rumah langsung bicara sama mamah A.

A bukan tidak mau memaafkan kalian atau A bukan dendam, tapi A sudah berusaha memaafkan kalian-kalian yang sering bikin hati A sakit, entah lewat perkataan, perilaku,” tulisnya dalam salah satu bagian surat.

Di bagian lain, korban mengungkapkan keinginannya untuk pindah sekolah karena tidak tahan dengan suasana di kelas yang membuatnya tidak nyaman.

“Eneng sudah dibuat sakit ku perkataan teman-teman di kelas. Oleh perkataannya, sikap, Eneng sudah capek, Eneng cuman pengen ketenangan. Sebenarnya Eneng pengen pindah sekolah, tapi mamah dan bapak enggak punya uang. Eneng jadi tidak mau sekolah, karena suasana kelas yang seakan nyuruh eneng untuk pergi,” tulisnya di akhir surat.

Pihak Sekolah Sebut Korban Siswi Berprestasi

Sebelum ditemukan meninggal dunia, AK diketahui sempat izin pulang lebih awal dari sekolah karena mengeluh sakit perut.

Kepala MTs tempat korban bersekolah, Wawan Setiawan, mengonfirmasi kabar meninggalnya korban dan menyebut bahwa korban merupakan siswi kelas VIII yang dikenal aktif dan berprestasi di madrasah.

“Betul, Ananda almarhumah itu siswa kami kelas 8. Pertama-tama saya ucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Ini kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tapi juga bagi kami. Anak itu berprestasi, punya talenta, dan sangat aktif di madrasah,” katanya kepada wartawan di kantor pada Rabu (29/10).

Menurut Wawan, korban dikenal aktif dalam kegiatan Pramuka dan bahkan telah meraih predikat Pramuka Garuda yang mendapat penghargaan dari Bupati Sukabumi.

Ia juga menjadi koordinator MBG di kelas dan baru saja bertugas sebagai pengibar bendera pada upacara Sumpah Pemuda sehari sebelum kejadian.

Baca Juga:  Ratusan Siswa di Lembang Diduga Keracunan MBG, hingga Malam Hari Korban Terus Berjatuhan

Atas kejadian ini, Wawan menegaskan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta wali kelas agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami sudah berkomunikasi dengan guru BP, BK, dan wali kelas agar hal seperti ini tidak terulang. Kami ingin menyelamatkan anak-anak kami, baik secara psikis maupun moral,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending