Connect with us

Viral

Puluhan Rumah Tampak Rata dengan Tanah usai Diterjang Awan Panas Erupsi Gunung Semeru

Puluhan rumah di Lumajang rusak diterjang awan panas Semeru. BPBD mencatat 200 rumah terdampak dan 21 di antaranya rusak parah.

Logompn

Published

on

Puluhan rumah tampak rata dengan tanah usai diterjang awan panas erupsi gunung semeru
Puluhan Rumah Tampak Rata dengan Tanah usai Diterjang Awan Panas Erupsi Gunung Semeru. Gambar : Kolase Tangkapan Layar TikTok/@muhlisviewsemeru

Jawa Timur, MPN Indonesia 21 November 2025 - Puluhan rumah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan rata dengan tanah setelah diterjang awan panas erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11).

Peristiwa ini terutama melanda wilayah Kecamatan Pronojiwo, meliputi Desa Kamar A, Dusun Sumbersari, dan Gumuk di Desa Supiturang.

Guguran awan panas membawa material vulkanik dan bongkahan batu besar hingga memasuki permukiman.

Laporan mengenai kerusakan disampaikan melalui siaran langsung akun TikTok @muhlisviewsemeru.

Dalam siaran tersebut terlihat puluhan hingga ratusan rumah di Desa Kamar A mengalami kerusakan berat.

Sebagian rumah hancur total, sementara lainnya rusak dengan bongkahan batu berukuran besar yang masuk ke dalam rumah.

“Saat ini dilakukan pendataan. Belum tahu pasti berapa rumah yang rata dengan tanah atau rusak. Sekitar puluhan sampai ratusan,” ujar Muhlisin Hamdani (31), warga Desa Kamar A dalam siaran langsung tersebut, Kamis (20/11).

BPBD Jawa Timur mencatat data sementara sebanyak 200 rumah warga terdampak.

Dari jumlah tersebut, 21 rumah mengalami kerusakan parah, terutama di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Dampak dan Kerusakan Akibat Erupsi Semeru

Erupsi Gunung Semeru pada Rabu sore (19/11) memuntahkan awan panas sejauh 13 kilometer hingga mencapai Jembatan Gladak Perak.

Material vulkanik yang bercampur lahar dingin menimbun permukiman warga dan menyebabkan kerusakan berat pada bangunan di sejumlah wilayah.

Beberapa bongkahan batu besar dari puncak gunung ikut terbawa derasnya awan panas, termasuk batu berdiameter sekitar dua meter yang masuk ke ruang tamu salah satu rumah di Desa Kamar A.

Desa Kamar A menjadi wilayah dengan kerusakan terluas, diikuti Dusun Sumbersari dan Gumuk di Desa Supiturang.

Baca Juga:  Viral! Maling Motor di Gubeng Disiram Bensin dan Dibakar Massa

Total 200 rumah terdampak dan 21 di antaranya rusak parah. Meski kerusakan cukup besar, tidak ada korban jiwa.

Warga diketahui telah mengungsi dua jam sebelum awan panas menerjang setelah menerima peringatan dini.

“Warga mendapat peringatan 2 jam sebelumnya. Begitu mendengar sirine, warga langsung mengungsi,” tambah Muhlisin.

Pada siang hari, kondisi pengungsian terpantau lengang karena sebagian warga kembali ke rumah mereka untuk mengecek keadaan dan menyelamatkan barang penting. Namun, pada malam hari warga kembali ke tempat pengungsian.

“Siang pengungsi tidak ada, malam hari akan datang, ini yang harus kita antisipasi untuk kesediaan logistiknya,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, di Jembatan Besuk Kobokan, Kamis (20/11).

Penanganan dan Kebutuhan Mendesak Warga

Proses pembersihan material vulkanik masih berlangsung di wilayah terdampak.

BPBD telah mengerahkan dua alat berat untuk membantu membersihkan material yang menimbun rumah warga.

Selain itu, aktivitas penambangan pasir di area tersebut ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan aman.

Warga terdampak kini membutuhkan bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan, masker, serta peralatan untuk membersihkan rumah.

Pemerintah dan masyarakat luas diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar tersebut agar penanganan pascaerupsi dapat berjalan lebih cepat dan aman bagi warga Lumajang.

(AKM/NID/RAD)

Trending