Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Beri Bantuan Berbeda pada Keluarga Satpam dan Keluarga Terduga Maling Ayam

Dedi Mulyadi buka suara soal perbedaan bantuan kepada keluarga satpam di Jatiluhur dan keluarga terduga maling ayam yang tewas di Bali.

Logompn

Published

on

Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Beri Bantuan Berbeda pada Keluarga Satpam dan Keluarga Terduga Maling Ayam
Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Beri Bantuan Berbeda pada Keluarga Satpam dan Keluarga Terduga Maling Ayam. Gambar: Instagram/@dedimulyadi71

Bali, MPN Indonesia 31 Juli 2026 - Dedi Mulyadi memberikan penjelasan terkait perbedaan nominal bantuan ia berikan kepada keluarga satpam yang tewas di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, dan keluarga terduga maling ayam yang tewas dikeroyok massa di Bali.

Penjelasan ini disampaikan setelah muncul kritik dari warganet yang menilai adanya perlakuan berbeda dalam pemberian bantuan tersebut.

“Hayo sedang apa sekarang, sedang ngomongin perbedaan bantuan korban pembunuhan sekuriti dan korban pengeroyokan pencuri ayam di Bali ya? Saya dianggap membeda-bedakan ya?” ujar Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia melalui akun Instagram @dedimulyadi71 pada Jumat (31/7).

Gubernur Jawa Barat tersebut menyatakan bahwa bantuan yang diberikan telah melalui pertimbangan kondisi masing-masing keluarga korban serta orientasi jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa dalam kasus di Bali, bantuan diberikan dalam bentuk deposito sebesar Rp50 juta untuk pendidikan anak korban.

Sementara pada kasus satpam di Jawa Barat, bantuan tunai sebesar Rp25 juta diberikan disertai dukungan lain yang bersifat berkelanjutan.

Alasan Perbedaan Pemberian Bantuan

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa terdapat tiga pertimbangan utama dalam menentukan bantuan kepada keluarga satpam di Jawa Barat.

Pertama, adanya kewajiban Almarhum kepada pihak lain yang perlu diselesaikan agar tidak menjadi beban bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Pertimbangan pertama, saya paham almarhum memiliki beberapa kewajiban yang harus diselesaikan kepada pihak lain sehingga saya memilih menyelesaikan kewajiban pada pihak lain dibanding menyerahkan uang tunai semuanya ke keluarga korban,” jelasnya.

Kedua, Dedi Mulyadi menekankan fokus bantuan pada pendidikan anak-anak almarhum satpam.

“Saya berfokus untuk pendidikan anaknya ke depan. Yang besar bisa diselesaikan sekolah SMKnya dan dibantu untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan sekitar rumah, sehingga bisa menjamin kehidupan ibu dan adiknya,” kata Dedi.

Baca Juga:  Miris! Dana Hibah Atlet Difabel Bekasi Dikorupsi Rp7,1 M, Dipakai Buat Nyaleg hingga DP Mobil

“Adik kecil yang masih SD dijadikan anak asuh saya untuk menempuh pendidikan hingga dewasa nanti sesuai yang diharapkan,” tambahnya.

Ketiga, faktor jaminan sosial menjadi pertimbangan. Dedi Mulyadi menyebut almarhum satpam memiliki perlindungan asuransi ketenagakerjaan sehingga keluarga berhak menerima santunan dalam jumlah besar.

“Almarhum ini merupakan anggota sekuriti yang memiliki asuransi ketenagakerjaan dan mendapat hak asuransi ketenagakerjaan sebesar Rp418 juta sehingga keluarga Almarhum memiliki keuangan yang cukup. Yang harus dipikirkan adalah masa depan anak,” ungkapnya.

Rincian Bantuan dan Santunan

Dalam kasus satpam di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, keluarga korban menerima beberapa bentuk bantuan, yakni bantuan tunai sebesar Rp25 juta dari Dedi Mulyadi serta santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp418.133.773.

Santunan tersebut diserahkan kepada istri korban, Siti Maryam, pada Kamis (30/7).

Selain itu, kedua anak korban juga mendapatkan manfaat beasiswa pendidikan sesuai program BPJS Ketenagakerjaan.

Anak pertama diketahui masih duduk di kelas XII SMK, sedangkan anak kedua berada di kelas IV sekolah dasar.

Sementara itu, dalam kasus di Bali yang melibatkan terduga maling ayam yang tewas akibat pengeroyokan, bantuan diberikan dalam bentuk deposito Rp50 juta untuk mendukung pendidikan anak korban.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa perbedaan bantuan pemerintah tersebut bukan bentuk perlakuan berbeda, melainkan penyesuaian berdasarkan kondisi masing-masing keluarga korban.

“Beberapa pun uang yang diperoleh hari ini kalau penggunaannya tidak tepat, pada akhirnya ke depan bisa mengalami kesulitan,” tutup Dedi Mulyadi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending