Connect with us

Berita

Siswa SMK di Parepare Tewas Usai Tabrak Belakang Truk, Keluarga Tak Terima Bawa Parang ke TKP

Seorang siswa SMK 2 di Parepare tewas setelah menabrak truk. Kecelakaan terjadi saat mencoba menyalip, memicu reaksi emosional dari keluarga.

Arthur

Published

on

Siswa SMK di Parepare Tewas Usai Tabrak Belakang Truk, Keluarga Tak Terima Bawa Parang ke TKP
Siswa SMK di Parepare Tewas Usai Tabrak Belakang Truk, Keluarga Tak Terima Bawa Parang ke TKP. Gambar : Tangkapan Layar X/@Candj09

MPN Indonesia 24 Oktober 2024 - Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, tewas dalam kecelakaan lalu lintas setelah menabrak bagian belakang truk.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Abdul Kadir, Kecamatan Ujung, pada Selasa siang (22/10) sekitar pukul 12.15 WITA.

Korban bernama Tri Aditya, yang berusia 17 tahun, mengalami nasib nahas ketika motornya menabrak truk di jalan tersebut.

Rekaman tersebut memperlihatkan momen ketika ayah korban, terlihat mengenakan topi hitam, tiba di lokasi kecelakaan truk dengan membawa parang.

Dalam kondisi emosi, ia berjalan mondar-mandir di sekitar tubuh anaknya yang sudah tidak bernyawa, tertutup kain dan plastik.

Ayah korban tampak menangis sembari mencari sosok yang bertanggung jawab atas kematian putranya.

Kronologi Kecelakaan

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Parepare, AKP Adnan Leppang, kecelakaan ini terjadi ketika Tri Aditya mencoba menyalip truk di belokan.

Upaya menyalip tersebut gagal, menyebabkan korban kehilangan kendali atas motornya dan terjatuh.

Rekaman CCTV di lokasi mendukung kronologi tersebut, memperlihatkan bagaimana setelah terjatuh, Tri terlindas oleh ban belakang truk yang tidak sempat menghindar.

“Sopir truk tidak bisa menghindari tabrakan karena korban datang dari belakang dengan kecepatan tinggi,” jelas Adnan.

Sopir truk yang bernama Harsan, 32 tahun, juga mengaku terkejut dengan kecelakaan tersebut.

Ia menyatakan bahwa dirinya tidak menyadari adanya motor yang mendekat dari belakang hingga tabrakan terjadi.

Karena khawatir akan reaksi warga yang marah, Harsan segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat untuk menghindari aksi massa.

Keluarga Korban Bereaksi Emosional

Kejadian ini memicu reaksi ari keluarga korban. Seperti yang terlihat dalam rekaman CCTV, ayah korban membawa parang ke lokasi kecelakaan sebagai ungkapan amarahnya.

Baca Juga:  Aipda Robig Resmi jadi Tersangka dan Dipecat terkait Kasus Penembakan Siswa SMK Semarang

AKP Adnan menyebut bahwa keluarga korban sangat terpukul dan berada dalam kondisi emosi yang tinggi, hingga berniat mencari sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Mungkin dia ingin melukai sopir truk karena tidak bisa menerima kehilangan mendalam ini,” ujar Adnan.

Namun, petugas kepolisian segera mengambil langkah-langkah untuk menenangkan keluarga korban dan menjaga situasi agar tidak semakin memanas.

Reaksi dari Warganet

Kecelakaan ini juga menjadi perhatian besar di media sosial. Video dan unggahan terkait kejadian tersebut menyebar luas dan viral.

Dalam waktu singkat, video terkait telah mendapatkan lebih dari 300 ribu tayangan, 2 ribu tanda suka, serta 200 komentar dari warganet.

Banyak komentar yang menyoroti tindakan keluarga korban yang membawa senjata tajam ke tempat kejadian.

“Serem banget bawa-bawa golok padahal truknya gak salah,” komentar dari salah satu netizen.

Di sisi lain, beberapa warganet juga menyinggung soal keselamatan berkendara dan perlunya pengawasan orang tua, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Beberapa komentar menyatakan bahwa orang tua seharusnya lebih berhati-hati dalam memberikan izin kepada anak untuk berkendara.

Trending