Connect with us

Viral

Viral! Para Siswa SMA di Purwakarta Minta Maaf usai Acungkan Jari Tengah ke Guru

Kasus siswa hina guru di Purwakarta jadi sorotan publik. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi beri tanggapan.

Logompn

Published

on

Viral! Para Siswa SMA di Purwakarta Minta Maaf usai Acungkan Jari Tengah ke Guru
Viral! Para Siswa SMA di Purwakarta Minta Maaf usai Acungkan Jari Tengah ke Guru. Gambar: Instagram/@infojawabarat

Jawa Barat, MPN Indonesia 20 April 2026 - Puluhan siswa SMAN 1 Purwakarta di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyampaikan permintaan maaf setelah video mengacungkan jari tengah kepada seorang guru di dalam kelas usai kegiatan belajar mengajar pada Kamis (16/4).

Aksi itu kemudian viral di media sosial pada Sabtu (18/4) sehingga memicu respons publik hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Ia menyebut aksi dilakukan oleh siswa kelas XI IPS terhadap seorang guru yang baru mengajar di SMAN 1 Purwakarta.

“Setelah kegiatan itu selesai, kemudian terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak tersebut,” ujar Purwanto dalam keterangannya, Sabtu (18/4).

Dalam video yang beredar, sejumlah siswa, baik laki-laki maupun perempuan, terlihat mengarahkan jari tengah ke arah punggung guru yang hendak meninggalkan ruang kelas.

“Sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta melakukan tindakan tidak terpuji terhadap seorang guru di dalam kelas. Saat guru hendak meninggalkan kelas usai kegiatan belajar mengajar, beberapa siswa terlihat mengacungkan jari tengah ke arah punggung sang guru,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Kronologi dan Permintaan Maaf

Berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, kejadian di SMAN 1 Purwakarta itu berlangsung sesaat setelah proses pembelajaran selesai.

Selain mengacungkan jari tengah ke arah punggung guru, terdapat pula siswa yang melakukan gestur serupa ke arah kepala guru.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat pula seorang siswa mencium tangan guru, namun setelah guru berlalu, siswa tersebut ikut mengacungkan jari tengah.

Setelah video tersebut viral, para siswa yang terlibat menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Baca Juga:  Status Dapodik Guru Vokalis Band Sukatani Novi Citra Sudah Aktif Kembali

Dalam video klarifikasi, perwakilan kelas menyampaikan permohonan maaf kepada guru dan pihak sekolah.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya Nabila, perwakilan dari kelas 11 IPS memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama kepada Ibu S, Kepala Sekolah beserta guru-guru, teman-teman dan alumni,” katanya, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram @infojawabarat pada Senin (20/4).

Ia juga menyampaikan pengakuan atas perbuatan tersebut.

“Saya mengakui tindakan yang sudah kami lakukan itu tidak pantas dilakukan kepada ibu guru kami yaitu Ibu S,” lanjutnya.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap para pelajar SMAN 1 Purwakarta tersebut.

Respons Publik dan Tindak Lanjut

Aksi para siswa itu memicu beragam komentar dari warganet.

“Gak boleh selesai dengan kata maaf. Harus ada efek jera, karena tidak ada perbuatan tanpa konsekuensi,” tulis salah satu warganet.

“Tandain nih perusahaan-perusahaan besar kalau lulus nanti,” tulis komentar lain.

“Krisis moral itu nyata adanya!” tulis akun lain.

“Segini doang nyali kalian? Saya sebagai HRD jelas blacklist anak-anak kayak gini,” komentar salah satu warganet.

Terkait motif tindakan para siswa, Dinas Pendidikan Jawa Barat masih melakukan pendalaman.

“Untuk alasannya, kami belum sampai ke sana. Itu masih didalami oleh pihak sekolah,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, para siswa akan menjalani pembinaan karakter yang menitikberatkan pada penguatan empati dan disiplin.

Dinas Pendidikan Jawa Barat juga mendorong evaluasi penggunaan ponsel di lingkungan sekolah.

“Penggunaan ponsel juga perlu dievaluasi. Kadang anak mengekspresikan sesuatu secara spontan, dan itu bagian dari refleksi karakter mereka,” tandas Purwanto.

Tanggapan Gubernur Jawab Barat

Menanggapi peristiwa tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan keprihatinannya.

“Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologinya saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan,” kata Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia melalui akun TikTok @dedimulyadiofficial.

Baca Juga:  Deretan Fakta Skandal Oknum Guru & Murid di Gorontalo, Benarkah Child Grooming?

Ia menyebut orang tua siswa telah dipanggil pihak sekolah dan menyampaikan penyesalan.

“Anak tersebut orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah dan orang tuanya menangis. Merasa menyesal atas tindakan anaknya,” ucapnya.

Pihak sekolah memberikan sanksi skorsing selama 19 hari kepada para siswa untuk menjalani pembinaan di rumah. Namun, Dedi Mulyadi memberikan saran alternatif.

“Saya memberikan saran anak itu tidak skorsing selama 19 hari. Mudah-mudahan sarannya bisa digunakan. Tetapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, dan membersihkan toilet,” ujarnya.

Ia menambahkan sanksi tersebut dapat diterapkan selama satu hingga tiga bulan, tergantung perkembangan siswa.

“Prinsip dasar adalah setiap hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter. Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan oleh gurunya,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending