Berita
Abu Vulkanik Belum Bersih, Penutupan Bandara Maumere Diperpanjang hingga 21 Juni 2025
Bandara Maumere ditutup hingga 21 Juni akibat abu vulkanik Gunung Lewotobi. Otoritas terus evaluasi demi keselamatan penerbangan di wilayah terdampak.
MPN Indonesia 20 Juni 2025 - Operasional Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere (WATT) resmi diperpanjang penutupannya hingga Sabtu (21/6) pukul 06.00 WITA.
Keputusan ini diambil akibat masih adanya abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang menyelimuti area sisi udara (airside) bandara.
Informasi ini tercantum dalam pemberitahuan resmi NOTAM nomor C0809/25 yang menggantikan NOTAM sebelumnya, C0794/25.
Abu Vulkanik Masih Ganggu Aktivitas Penerbangan
Dalam NOTAM tersebut disebutkan, “AD CLSD DUE TO LEWOTOLOK VOLCANIC ASH,” yang menunjukkan bahwa penutupan dilakukan akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Lewotolok, gunung yang berdekatan dengan Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan penerbangan, sehingga dilakukan pembersihan dan evaluasi lanjutan oleh otoritas bandara.
“Pihak berwenang terus melakukan pembersihan dan evaluasi kondisi di lapangan untuk memastikan area sisi udara benar-benar aman dari abu vulkanik,” bunyi rilis resmi, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram Story @franssedamaumereairport, Jumat (20/6).
Penumpang diminta untuk memantau informasi dari maskapai masing-masing terkait status keberangkatan mereka.
Dampak Erupsi terhadap Transportasi dan Ekonomi
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki berdampak langsung pada sektor transportasi udara di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Maumere.
Menurut data teknis dalam NOTAM C0809/25, wilayah terdampak mencakup koordinat 0835S12214E dengan ketinggian abu hingga FL999.
Penutupan diberlakukan sejak 19 Juni 2025 dan dijadwalkan hingga kondisi dinyatakan aman.
Bandara Fransiskus Xaverius Seda merupakan pintu masuk utama Kabupaten Sikka. Penutupan bandara mengganggu jadwal penerbangan, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi lokal.
Operasional Bandara Akan Terus Dievaluasi
Selama masa penutupan, tidak ada aktivitas lepas landas maupun pendaratan. Tim bandara tetap siaga memantau kondisi dan membersihkan area sisi udara dari abu vulkanik.
Status operasional akan terus diperbarui berdasarkan evaluasi lapangan. AirNav Indonesia dan otoritas bandara akan mengeluarkan pemberitahuan lanjutan jika terjadi perubahan.
Penumpang disarankan mengikuti pengumuman resmi untuk menghindari informasi yang simpang siur.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
