Connect with us

Viral

Viral! Pria Ini Ungkap Algoritma Online Shop RI Dikuasai Asing

Sebuah video pria berbahasa asing tengah menjadi sorotan warganet Indonesia setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @umkm.indonesia.id.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 05t160551.501
Viral! Pria Ini Ungkap Algoritma Online Shop RI Dikuasai Asing | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Juli 2025 - Sebuah video pria berbahasa asing tengah menjadi sorotan warganet Indonesia setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @umkm.indonesia.id.

Dalam caption unggahannya, @umkm.indonesia.id menuliskan bahwa algoritma e-commerce Indonesia saat ini dikendalikan oleh tim asing.

“Kontrol atas algoritma konten hingga sistem logistik dilakukan terpusat dari luar negeri,” tulis akun tersebut.

Dalam video yang beredar, pria berkacamata itu seolah-olah menunjukkan bahwa ia bisa mengatur algoritma e-commerce di Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa timnya berhasil menjadikan dua produk masuk daftar For You Page (FYP) dan menargetkan penjualan hingga 10 ribu paket dalam sehari di platform e-commerce Indonesia.

“Hari ini indonesia 2 produk FYP, rencana utama tembus 10 ribu paket. Hari ini meledak 2 tema produk, sudah tembus 4900 paket. Hari ini paling dikit 10 ribu paket,” kata pria itu, dilihat MPN Indonesia dari Instagram @umkm.indonesia.id, Minggu (5/7).

Ia juga menyebutkan bahwa satu ruang live streaming bisa menghasilkan 300 paket penjualan.

Pendiri Kaskus Ikut Komentar

Sebelumnya, pada Juni lalu, pendiri forum daring legendaris Kaskus, Andrew Darwis juga telah menyoroti video ini.

Melalui laman pribadi X-nya, Andrew mengatakan algoritma e-commerce Tanah Air telah dikelola asing.

“Algoritma e-commerce Indonesia sekarang dikendalikan oleh WNA. Dalam satu hari mereka bisa membuat dua produk tembus FYP dan target 10 ribu paket,” tulis Andrew, dikutip MPN Indonesia dari X @adarwis.

“Kita hanya menjadi target pasar aja,” tambahnya.

Respons Netizen

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran baru bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal hanya menjadi penonton di negeri sendiri.

“Sudah saatnyakah umkm berjualan di toko onlinenya sendiri?” kata netizen di kolom komentar ungaghan @adarwis.

Baca Juga:  Begini Klarifikasi Komdigi soal Gratis Ongkir Dibatasi

“Pantes aja banyak yg ujug2 jadi toko mall di shopee padahal kualitasnya sangat ga layak,” saut yang lain.

“Aku sebagai pedagang online udah belajar algoritma susah payah masih sulit dapetin orderan puluhan apalagi ratusan. Iklan pun masih suka boncos,” tulis netizen.

MPN Indonesia telah menghubungi Kementerian Perdagangan untuk mengonfirmasi mengenai informasi ini. Namun hingga berita ini ditulis belum ada jawaban dari pihak terkait.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending