Connect with us

Viral

Viral! Warga Digegerkan oleh Gumpalan Busa Hitam di Langit Subang, Diduga dari Limbah Industri

Warga Subang dikejutkan busa hitam beterbangan yang diduga limbah industri. DLH Subang turun tangan ambil sampel dan uji laboratorium untuk memastikan sumbernya.

Logompn

Published

on

Viral! warga digegerkan oleh gumpalan busa hitam di langit subang, diduga dari limbah industri
Viral! Warga Digegerkan oleh Gumpalan Busa Hitam di Langit Subang, Diduga dari Limbah Industri. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@fakta.indo

Jawa Barat, MPN Indonesia 29 Oktober 2025 - Warga Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dikejutkan oleh kemunculan gumpalan busa berwarna hitam yang beterbangan dan memasuki permukiman warga pada Senin (27/10).

Fenomena ini menjadi viral setelah sejumlah video berdurasi sekitar 30 detik tersebar di akun Instagram @fakta.indo, @fakta_bandung, dan @fakta.jakarta pada Selasa (28/10).

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dalam video tersebut, busa hitam tampak melayang di udara lalu menempel di jalan, pepohonan, serta atap rumah warga.

Beberapa warga mengaku busa itu berbau menyengat dan menyebabkan rasa gatal saat bersentuhan dengan kulit.

Warga menduga busa tersebut berasal dari limbah cair industri yang dibuang ke saluran air tanpa pengolahan terlebih dahulu.

DLH Subang Turun ke Lokasi

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang langsung menurunkan tim ke lokasi untuk mengambil sampel busa dan melakukan uji laboratorium guna memastikan sumbernya.

“Kami sudah ambil sampel untuk diuji di laboratorium. Hasil analisisnya akan segera kami sampaikan setelah pemeriksaan selesai,” ujar Kepala DLH Subang, Dedi Supriatna dalam keterangannya pada Selasa (28/10).

Dedi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh busa tersebut dan tetap tenang sambil menunggu hasil resmi uji laboratorium.

Dugaan Limbah Industri dan Lemahnya Pengawasan

Kemunculan busa hitam ini menimbulkan dugaan kuat adanya pembuangan limbah industri secara ilegal.

Warga mengaitkannya dengan aktivitas sejumlah pabrik di sekitar Patokbeusi yang bergerak di bidang kimia dan tekstil, karena lokasi kejadian berdekatan dengan kawasan industri aktif.

Aktivis lingkungan dari Walhi Jawa Barat, Agus Purnomo, menilai kasus seperti ini sudah sering terjadi di wilayah Subang dan sekitarnya.

Baca Juga:  Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja

“Kasus seperti ini terus berulang. Pengawasan terhadap industri masih sangat longgar, dan masyarakat lagi-lagi menjadi korban,” pungkasnya.

DLH Kabupaten Subang menyatakan hasil uji laboratorium akan diumumkan segera setelah proses pemeriksaan selesai untuk memastikan apakah busa tersebut benar berasal dari limbah industri.

Sementara itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari kontak langsung dengan busa hitam yang mengandung zat tak dikenal tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending