Connect with us

Viral

Warga Bener Meriah Aceh Nekat Jalan Kaki Puluhan Kilometer Demi BBM, Sembako, dan Bantuan Medis

Akses jalan terputus akibat banjir bandang dan longsor membuat ribuan warga Bener Meriah dan Aceh Tengah berjalan kaki puluhan kilometer demi BBM dan sembako.

Logompn

Published

on

Warga bener meriah aceh nekat jalan kaki puluhan kilometer demi bbm, sembako, dan bantuan medis
Warga Bener Meriah Aceh Nekat Jalan Kaki Puluhan Kilometer Demi BBM, Sembako, dan Bantuan Medis. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@undercover.id

Aceh, MPN Indonesia 16 Desember 2025 - Ribuan warga dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terpaksa menempuh perjalanan darat ekstrem dengan berjalan kaki hingga puluhan kilometer untuk mendapatkan kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi ini terjadi akibat terputusnya akses jalan utama menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November hingga awal Desember 2025.

Akses jalan nasional yang menghubungkan Bener Meriah dengan Aceh Utara, khususnya jalur Bener Meriah-Lhokseumawe atau jalur KKA, lumpuh total selama lebih dari dua pekan.

Terputusnya jalur ini menghentikan distribusi logistik ke wilayah terdampak, menyebabkan ribuan warga terisolasi serta memicu krisis pangan dan kelangkaan BBM.

Sebanyak 177 ribu warga di Bener Meriah dan Aceh Tengah dilaporkan terdampak langsung.

Sejumlah jembatan dan ruas jalan utama mengalami kerusakan berat, sementara distribusi logistik dari pemerintah pusat yang melibatkan BNPB dan Kementerian Sosial turut terkendala karena akses belum sepenuhnya pulih.

Perjalanan Ekstrem Demi Bertahan Hidup

Untuk memenuhi kebutuhan dasar, warga, termasuk anak-anak dan lansia, terpaksa berjalan kaki menuju wilayah tetangga seperti Bireuen dan Aceh Utara.

Perjalanan tersebut ditempuh belasan hingga puluhan kilometer melewati perbukitan terjal, jalur berlumpur, serta aliran sungai.

Kondisi ini digambarkan warga sebagai perjuangan untuk bertahan hidup.

Sebuah karung yang dipanggul warga dengan tulisan “Nggak jalan nggak makan” menjadi simbol keterpaksaan akibat krisis pangan dan keterisolasian yang terjadi setelah infrastruktur rusak parah.

Desakan Posko Medis di Jalur Darat

Di jalur darat yang dilalui warga, terutama di Desa Kem, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, intensitas pejalan kaki meningkat tajam.

Baca Juga:  Shell Resmi Alihkan Bisnis SPBU di Indonesia, Merek dan Kualitas BBM Tak Berubah

Ketua Posko Rakyat Bener Meriah, Mahlizar, menyebut banyak warga mengalami kelelahan hingga jatuh sakit akibat medan berat.

“Lalu lalang orang sudah seperti pasar. Tidak sedikit pejalan kaki yang merasa kelelahan. Bahkan sakit karena medan yang dilalui sangat berat, jalanan setapak berlumpur sampai ke lutut,” ujar Mahlizar saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat (12/12).

Ia menilai kehadiran posko medis sangat mendesak untuk membantu warga yang kelelahan selama perjalanan.

“Kami mengajak pihak-pihak terkait untuk segera mendirikan posko kesehatan di sana, banyak warga kelelahan karena menempuh jarak yang cukup jauh,” lanjutnya.

Distribusi BBM Andalkan Kuli Panggul

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah membenarkan penggunaan jasa kuli panggul untuk mendistribusikan BBM dari Aceh Utara.

Para kuli panggul berjalan kaki menembus jalur berlumpur sejauh sekitar 10 kilometer sambil memanggul jerigen BBM agar alat berat di wilayah terdampak tetap dapat beroperasi.

“Benar (sewa jasa kuli panggul). Kondisinya saat ini kita belum menerima BBM yang dipasok melalui udara dari pemerintah,” ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, Rabu (10/12).

Ilham menjelaskan, jasa kuli panggul dibayar Rp200 ribu per jerigen berisi 25 liter.

Jalur tersebut hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki karena tertutup lumpur dan material kayu akibat longsor.

Upaya Pemulihan dan Kendala Lapangan

Pemerintah pusat terus melakukan penanganan darurat dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan dan logistik melalui jalur udara serta jalur darat alternatif.

Upaya pemulihan juga mencakup pengerahan alat berat untuk membuka akses jalan dan pembangunan jembatan darurat bailey.

Namun, kondisi tanah yang masih labil dan keterbatasan BBM untuk operasional alat berat menjadi kendala utama di lapangan.

Baca Juga:  Bahlil Sebut Etanol 10 Persen di BBM Diterapkan Mulai 2027

Hingga Kamis (11/12), timbunan longsor sebagian telah dibersihkan, tetapi jalan baru yang dibuka masih berlumpur dan belum dapat dilalui kendaraan roda empat.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan posko bencana alam setempat guna memperoleh informasi dan bantuan terbaru.

(AKM/NID/RAD)

Trending