Berita
Warga Tangsel Demo di SMAN 3, Protes Hasil SPMB Jalur Domisili
Warga Tangsel protes anak-anak mereka tak diterima di SMAN 3 meski rumah dekat sekolah. Kepala sekolah janji sampaikan aspirasi ke Dinas Pendidikan.
Banten, MPN Indonesia 3 Juli 2025 - Sejumlah warga yang tergabung dalam aliansi Wong Pitu menggelar aksi damai di depan SMAN 3 Tangerang Selatan, Pamulang, Rabu (2/7).
Mereka menyuarakan kekecewaan terhadap hasil Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) jalur domisili yang dianggap tidak adil.
Warga menilai banyak anak dari lingkungan sekitar sekolah tidak lolos seleksi, meskipun rumah mereka sangat dekat dengan SMAN 3 Tangsel.
Warga Nilai Anak-Anak Sekitar Tak Diakomodasi
Aksi damai ini diikuti oleh warga dari tujuh RW sekitar sekolah, yakni RW 10 hingga RW 16 di Kelurahan Benda Baru.
Mereka menyoroti fakta bahwa sekolah dibangun di atas lahan fasilitas sosial dan umum (fasos fasum) milik lingkungan mereka.
“Kami sebagai warga, ya. Sebenarnya ini kan fasum-fasum kami, RW 10. Tapi sekarang, kami sudah nggak punya fasum lagi. Kalau mau kegiatan saja, harus nebeng ke RW 14 atau 15, yang jauh. Sementara anak-anak kami malah nggak bisa sekolah di lingkungan sendiri,” kata Vivi, warga RW 10 kepada wartawan, Rabu (2/7).
Vivi juga menyampaikan kekecewaannya karena cucunya yang berprestasi tinggi tidak diterima.
“Saya punya cucu nilai rapotnya 8,9, masuk lima besar. Harusnya sih layak diterima. Kakaknya dulu sekolah di sini juga,” ujarnya.
Kurangnya Sosialisasi dan Harapan Orang Tua
Warga menilai pihak sekolah kurang melakukan sosialisasi terkait sistem zonasi dan kriteria penerimaan.
Mereka berharap jalur domisili memprioritaskan siswa yang tinggal paling dekat.
“Saya berharap agar cucu saya dapat diterima di sekolah ini. Selain dekat kami juga gampang untuk mengawasinya. Biar orang tua nggak was-was mikirin anak pulang sekolah. Sekarang malah anak-anak kami yang tinggal depan sekolah, nggak masuk,” lanjut Vivi.
Respons Pihak Sekolah: Akan Disampaikan ke Provinsi
Menanggapi aksi warga, Kepala SMAN 3 Tangsel, Aan Sri Analiah, menyatakan pihaknya telah menampung seluruh aspirasi masyarakat.
“Mereka mengadakan aksi damai dan lain sebagainya, itu hak mereka ya. Hak mereka karena mereka memang warga sekitar yang memang mungkin putra-putrinya tidak diterima di SMAN Kota Tangsel,” ungkap Aan.
Aan menegaskan bahwa pihak sekolah telah menjalankan proses SPMB sesuai dengan ketentuan dalam Petunjuk Teknis (Juknis).
“Kami hanya melaksanakan ketentuan yang diatur dalam Juknis serta sudah mengikuti semua aturan yang ada dalam SPMB,” imbuhnya.
Sebagai langkah lanjut, Aan memastikan akan menyampaikan aspirasi warga ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
“Saya akan berangkat ke provinsi untuk menyampaikan ini. Tapi keputusan bukan di tangan saya, tetap di pimpinan,” tutupnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
