Internasional
AS Sita Kapal Tanker Iran, IRGC Ancam Balas Dendam
Amerika Serikat menyita kapal kargo Iran Touska di Teluk Oman setelah melanggar blokade laut. IRGC mengancam balasan dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata, memicu ketegangan baru di Selat Hormuz.
MPN Indonesia 20 April 2026 - Amerika Serikat (AS) menyita kapal kargo berbendera Iran bernama Touska di Teluk Oman pada Minggu (19/4), setelah kapal tersebut disebut melanggar blokade angkatan laut AS dan tidak mengindahkan peringatan untuk berhenti.
Tindakan itu memicu respons dari Iran, termasuk ancaman balasan dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan militer Iran yang menyebut penyitaan tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April.
Insiden terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait blokade pelabuhan Iran dan penutupan Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Spruance, menghentikan Touska setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan berulang kali.
“Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama Touska, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati blokade angkatan laut kita, dan upaya mereka gagal,” tulis Trump dikutip MPN Indonesia melalui akun Truth Social @realDonaldTrump pada Senin (20/4).
“Kapal Angkatan Laut kita menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan membuat lubang di ruang mesin. Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya,” tambahnya.
IRGC Ancam Balas Dendam
Menanggapi tindakan tersebut, militer Iran melalui pernyataan yang disiarkan media pemerintah menyebut AS telah “melanggar gencatan senjata dengan menembaki salah satu kapal dagang Iran di perairan Laut Oman, melumpuhkan sistem navigasinya, dan menaiki kapal tersebut” dengan “mengerahkan” marinir.
“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh Angkatan Laut AS ini,” tegas IRGC.
IRGC juga menyatakan akan mengakhiri pembukaan kembali sementara Selat Hormuz dan tetap menutup selat tersebut hingga blokade AS dihentikan, dikutip MPN Indonesia melalui BBC.
Kronologi Penyitaan dan Respons Kedua Negara
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), USS Spruance telah mengeluarkan “peringatan berulang kali selama periode enam jam” sebelum akhirnya melumpuhkan kapal.
“Spruance melumpuhkan propulsi Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam MK 45,5 inci kapal perusak ke ruang mesin Touska,” ungkap CENTCOM.
“Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 kemudian menaiki kapal yang tidak patuh tersebut, yang tetap berada dalam tahanan AS,” tambahnya.
Trump juga menyebut Touska masuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegalnya di masa lalu.
Kapal tersebut tercatat di situs Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan sebagai kontainer berbendera Iran yang disanksi AS.
Berdasarkan data MarineTraffic, sekitar enam jam sebelum pengumuman Trump, Touska berada sekitar 45 kilometer di lepas pantai selatan Iran, dekat kota Chabahar.
Iran menyatakan kapal itu berlayar dari China dan sedang menuju pelabuhan Bandar Abbas ketika dicegat.
Militer Iran menuduh Amerika Serikat sebagai pihak yang melakukan “perampokan maritim” dan merusak peralatan navigasi kapal.
Pernyataan resmi menyebut tindakan tersebut sebagai “tindakan pembajakan bersenjata” serta pelanggaran terhadap gencatan senjata dua pekan yang dijadwalkan berakhir pada Rabu.
Latar Belakang Ketegangan
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat sejak blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran diumumkan setelah putaran pertama negosiasi berakhir tanpa kesepakatan.
Gedung Putih mengonfirmasi Wakil Presiden AS JD Vance akan memimpin delegasi ke Pakistan untuk putaran kedua pembicaraan, bersama Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Namun kantor berita negara Iran, IRNA, melaporkan bahwa putaran kedua pembicaraan “tidak benar” dan pejabat Iran tidak akan berpartisipasi selama blokade masih berlaku.
Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut tindakan AS, termasuk intimidasi dan perilaku yang dinilai tidak masuk akal, telah meningkatkan kecurigaan bahwa AS akan mengulangi pola sebelumnya dan “mengkhianati diplomasi.”
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan tindakan dan retorika AS sebagai tanda “niat buruk dan kurangnya keseriusan dalam diplomasi.”
“Kita tidak dapat membatasi ekspor minyak Iran sambil mengharapkan keamanan gratis bagi pihak lain. Pilihannya jelas: pasar minyak bebas untuk semua, atau risiko biaya yang signifikan bagi semua pihak,” tulis Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menulis di media sosialnya.
Selat Hormuz tetap ditutup setelah Iran kembali memberlakukan pembatasan menyusul blokade AS. Sekitar 20% minyak dan gas alam cair dunia biasanya melewati selat tersebut.
Data MarineTraffic menunjukkan lalu lintas kapal di wilayah itu menurun drastis, dengan ratusan kapal menunggu izin di kedua ujung selat.
Hingga kini, kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan tersebut, sementara penyitaan kapal Touska di Teluk Oman menjadi insiden pertama sejak blokade angkatan laut diberlakukan.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
