Connect with us

Internasional

Detik-Detik Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh dan Meledak, Tewaskan 8 Kru

Pesawat B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara AS jatuh dan terbakar usai lepas landas dari Edwards Air Force Base. Delapan orang dilaporkan tewas.

Logompn

Published

on

Detik Detik Pesawat Pengebom B 52 AS Jatuh dan Meledak, Tewaskan 8 Kru
Detik-Detik Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh dan Meledak, Tewaskan 8 Kru. Gambar: X/@AryJeayBackup

MPN Indonesia 17 Juni 2026 - Pesawat pengebom B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mengalami kecelakaan fatal setelah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, pada Senin (15/6) pukul 11.20 waktu setempat.

Insiden kecelakaan pesawat ini menewaskan delapan orang kru yang berada di dalamnya, terdiri dari personel militer, pegawai sipil pemerintah, dan kontraktor pemerintah.

“Hari ini, Pangkalan Angkatan Udara Edwards mengalami tragedi yang mengerikan, dan kita kehilangan delapan warga Amerika yang hebat,” kata Komandan Pangkalan AU Edwards, Kolonel James Hayes, dikutip MPN Indonesia melalui BBC pada Rabu (17/6).

Kronologi Kejadian

Insiden kecelakaan pesawat B-52 ini terjadi sesaat setelah pesawat lepas landas dari pangkalan udara.

Berdasarkan laporan aparat setempat, lokasi jatuhnya pesawat berada sekitar 90 kilometer di utara Pangkalan Udara Edwards.

Tak lama setelah lepas landas, pesawat B-52 dilaporkan kehilangan kendali dan menghantam tanah di kawasan sekitar pangkalan, memicu ledakan besar serta kebakaran hebat.

Gumpalan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi di langit Kern County, menandai lokasi jatuhnya pesawat milik Amerika Serikat tersebut.

“Apakah sesuatu baru saja terjadi di Pangkalan Angkatan Udara Edwards? Saat ini saya melihat kolom asap besar datang dari pangkalan, kamera sejajar dengan salah satu landasan pacu,” tulis seorang pengguna media sosial yang berada di sekitar lokasi.

Pihak pangkalan kemudian mengonfirmasi insiden kecelakaan pesawat tersebut melalui pernyataan resmi.

“Tim darurat segera merespons ke lokasi dan situasi saat ini masih berlangsung. Informasi lebih lanjut akan diberikan setelah tersedia,” tulis Pangkalan Angkatan Udara Edwards, dikutip MPN Indonesia melalui akun X @EdwardsAFB.

Baca Juga:  Kanada Kehilangan 40.800 Lapangan Kerja pada Juli 2025 Imbas Kebijakan Tarif AS

Beberapa jam kemudian, pangkalan menegaskan tidak ada korban selamat dalam kecelakaan ini.

“Indikasi awal menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut tidak dapat dihindari. Petugas tanggap darurat berada di lokasi kejadian, dan para petugas sedang berupaya untuk mendata seluruh personel,” ungkapnya.

Tindak Lanjut dan Proses Penyelidikan

Kepala Sersan Utama Joshua T. Skarloken menyatakan bahwa tim sedang berupaya menghubungi keluarga korban.

“Awak pesawat terdiri dari campuran pejabat militer, warga sipil pemerintah, dan kontraktor pemerintah,” ujarnya.

Produsen pesawat, Boeing, juga mengonfirmasi bahwa dua karyawannya berada di dalam penerbangan tersebut.

“Kami telah menghubungi keluarga mereka dan menawarkan dukungan,” kata Boeing dalam pernyataan resmi.

Peristiwa ini turut memicu respons dari sejumlah pejabat Amerika Serikat, termasuk Sekretaris Angkatan Udara Troy E. Meink dan Ketua DPR Mike Johnson yang menyampaikan pernyataan melalui media sosial.

Penyebab pasti kecelakaan pesawat ini masih dalam penyelidikan oleh pihak militer AS.

Kolonel Hayes menyatakan bahwa investigasi menyeluruh akan membutuhkan waktu cukup lama.

“Para pejabat militer akan mulai menyelidiki apa yang terjadi, tetapi detail pastinya tidak akan tersedia untuk publik selama sekitar enam bulan,” ujarnya.

Misi yang dijalankan oleh pesawat B-52 saat itu merupakan uji coba rutin untuk mendukung program modernisasi radar.

Hayes menyatakan bahwa misi seperti ini merupakan prosedur yang dilakukan setiap hari oleh Angkatan Udara Amerika Serikat.

Akibat insiden ini, Pangkalan Edwards sempat ditutup total dan seluruh penerbangan dialihkan.

Selain itu, seluruh izin kunjungan nonkomersial juga ditangguhkan untuk mendukung operasi tanggap darurat.

(ADN/NID/RAD)

Trending