Connect with us

Internasional

Geger! 4 WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon Afrika

Empat WNI diculik bajak laut bersenjata saat kapal ikan dibajak di perairan Gabon, Afrika Tengah.

Logompn

Published

on

Geger! 4 wni diculik bajak laut di perairan gabon afrika
Ilustrasi kapal IB Fish 7. Gambar: Ilustrasi Canva.

MPN Indonesia 13 Januari 2026 - Empat warga negara Indonesia (WNI) diculik oleh kelompok bajak laut bersenjata di perairan Gabon, Afrika Tengah, pada Selasa (13/1).

Insiden terjadi saat kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, sedang menangkap ikan sekitar tujuh mil laut dari wilayah Ekwata.

Aksi ini dilakukan oleh tiga orang bersenjata yang menaiki kapal dan menculik sembilan awak kapal, terdiri dari lima warga negara China dan empat WNI.

Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan salah satu insiden pembajakan terbaru di Teluk Guinea, wilayah maritim yang membentang lebih dari 5.700 kilometer dari Senegal hingga Angola.

“Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan awak kapal, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia,” ujar Meyong dalam pernyataan video yang disiarkan oleh media Gabon dan dikutip dari AFP pada Selasa (13/1).

Enam awak kapal lainnya yang berasal dari Indonesia, China, dan Burkina Faso tidak diculik dan tetap berada di atas kapal.

Kapal yang sempat dibajak tersebut kemudian ditemukan oleh otoritas Gabon dan dikawal menuju pelabuhan di ibu kota, Libreville.

Penanganan Kasus dan Koordinasi Pemerintah

Pemerintah Gabon melalui aparat keamanannya telah mengamankan kapal IB FISH 7 setelah peristiwa penculikan.

“Situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim,” kata Meyong seperti dikutip dari pernyataan resmi yang disiarkan televisi Gabon 24.

Kejaksaan Gabon telah membuka penyelidikan untuk mengusut tuntas insiden ini.

Baca Juga:  Bakar Alquran dan Hina Islam, Pria di Inggris Didenda

Penegakan hukum terhadap para pelaku pembajakan menjadi fokus utama otoritas setempat.

Dalam pernyataan tambahan dari Kementerian Pertahanan Gabon yang dibacakan oleh Meyong, disebutkan bahwa proses investigasi tengah berlangsung untuk mengungkap identitas pelaku dan jaringan yang terlibat.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde, Kamerun, yang wilayah kerjanya mencakup Gabon, telah mengambil langkah koordinasi.

“Terkait pertanyaan tersebut, dapat kami sampaikan bahwa KBRI di Yaounde, Kamerun, yang wilayah akreditasi kerjanya merangkap Gabon, telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Liberville (ibu kota Gabon),” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, saat dihubungi Detikcom, dikutip oleh MPN Indonesia pada Selasa (13/1).

Wilayah Rawan dan Sejarah Insiden Serupa

Perairan Gabon yang merupakan bagian dari Teluk Guinea, dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat pembajakan tinggi di masa lalu.

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir intensitas serangan menurun, wilayah ini tetap menjadi kawasan rawan, terutama bagi kapal-kapal penangkap ikan dan jalur pelayaran minyak serta gas.

Teluk Guinea sendiri menjadi jalur penting di Samudra Atlantik karena berbatasan dengan negara-negara produsen minyak utama di Afrika Barat.

Sebelumnya, pada Februari 2025, insiden serupa terjadi saat tiga awak kapal diculik dengan todongan senjata dari sebuah kapal pukat di perairan dekat ibu kota Gabon.

Meskipun operasi bersama antar negara di wilayah Teluk Guinea dan negara-negara Eropa telah mengurangi frekuensi serangan, aksi terbaru ini menunjukkan bahwa risiko pembajakan di kawasan tersebut masih ada.

Kapal IB FISH 7 menjadi target saat sedang beroperasi di wilayah barat daya Ekwata, Gabon.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending