Internasional
Gempa Bumi Venezuela Telan 1.700 Korban Jiwa, 68 Ribu Orang Lainnya Hilang
Gempa bumi kembar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah pesisir Venezuela pada Rabu (24/6) lalu.
MPN Indonesia 30 Juni 2026 - Gempa bumi kembar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah pesisir Venezuela pada Rabu (24/6) lalu.
Peristiwa luar negeri itu menewaskan lebih dari 1.700 orang serta menyebabkan hingga 68.000 orang dilaporkan hilang, demikian laporan Euronews.
Bencana alam tersebut terjadi di kawasan pesisir utara Venezuela. Dampak terparah tercatat di negara bagian La Guaira, yang kemudian ditetapkan sebagai zona bencana dan berada di bawah kendali militer.
Gempa bumi pertama bermagnitudo 7,2 tercatat pada pukul 18.04 waktu setempat. Gempa kedua bermagnitudo 7,5 kemudian terjadi sekitar 39 detik setelahnya.
Pusat gempa berada di antara San Felipe dan Yumare, bagian utara Venezuela. Guncangan berlangsung hampir tiga menit dan menyebabkan bangunan runtuh, merusak bandara utama negara tersebut, serta membuat ribuan warga mengungsi.
La Guaira jadi Wilayah Terdampak Terparah
La Guaira menjadi pusat kerusakan dan korban terbesar setelah dua gempa bumi kuat tersebut.
Pemerintah menyatakan wilayah itu sebagai zona bencana, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung lima hari setelah kejadian.
Alat berat tambahan dikerahkan ke lokasi. Tim penyelamat internasional juga tiba untuk membantu pencarian korban di bawah reruntuhan.
Presiden Parlemen Venezuela, Jorge Rodríguez, melaporkan 15.866 orang masih mengungsi dan 22.619 orang lainnya mendapatkan perawatan di pusat-pusat kesehatan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan jumlah orang hilang dapat mencapai 68.000.
Jumlah tersebut membuat peristiwa luar negeri ini menjadi salah satu bencana alam besar yang memerlukan penanganan lintas negara.
Bantuan Internasional Masuk ke Venezuela
Pelabuhan La Guaira kini telah kembali beroperasi setelah menjalani perbaikan. Pelabuhan itu digunakan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam tersebut.
“Kini beroperasi, dan USS Fort Lauderdale menggunakan pelabuhan tersebut untuk mengirimkan pasokan dan peralatan yang sangat dibutuhkan ke Venezuela,” kata Komando Selatan AS.
Amerika Serikat mengerahkan pesawat, kapal, dan helikopter untuk mendukung operasi penyelamatan di Venezuela.
Washington juga mengirim empat tim pencarian dan penyelamatan perkotaan yang terdiri atas lebih dari 300 petugas respons pertama serta hampir dua lusin anjing pelacak.
Seorang pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat menyebut bahwa tim khusus Marinir bekerja tanpa henti untuk memperbaiki pelabuhan.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan peningkatan komitmen pendanaan bantuan untuk Venezuela menjadi lebih dari 300 juta dolar AS.
Jumlah itu naik dari komitmen sebelumnya sebesar 150 juta dolar AS.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
