Internasional
Iran Ancam Tutup Laut Merah usai AS Blokade Kapal di Selat Hormuz
Militer Iran mengancam akan menutup jalur perdagangan melalui Laut Merah jika Amerika Serikat (AS) melanjutkan blokade di Selat Hormuz.
MPN Indonesia 16 April 2026 - Militer Iran mengancam akan menutup jalur perdagangan melalui Laut Merah jika Amerika Serikat (AS) melanjutkan blokade di Selat Hormuz.
Ancaman tersebut muncul setelah AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran serta lalu lintas kapal yang memasuki maupun meninggalkan wilayah pesisir Iran.
Kepala Pusat Komando Militer Iran, Ali Abdollahi, menegaskan bahwa langkah AS tersebut melanggar gencatan senjata yang telah disepakati.
“Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah,” kata Ali Abdollahi, dikutip MPN Indonesia dari AFP, Kamis (16/4).
Blokade AS terhadap Selat Hormuz
Blokade yang diberlakukan Amerika Serikat sejak Senin (13/4) di Selat Hormuz itu berlaku terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Komando Pusat AS menyatakan bahwa pasukan Amerika “telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut”.
Langkah ini diambil setelah perundingan antara AS dan Iran mengalami kebuntuan.
Negosiasi yang digelar di Islamabad, Pakistan, pada pekan lalu itu tidak menghasilkan kesepakatan.
Presiden AS Donald Trump kemudian memerintahkan militer untuk memblokade Selat Hormuz sebagai upaya memberikan tekanan ekonomi tambahan dengan memutus salah satu sumber andalan pendapatan Iran.
Sebelumnya, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar pelayaran internasional setelah serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu.
Gencatan senjata selama dua minggu sempat berlangsung sebelum akhirnya kedua pihak kembali bersitegang.
Potensi Penutupan Jalur Vital Perdagangan Dunia
Ancaman penutupan Laut Merah oleh Iran berkaitan langsung dengan potensi penutupan Selat Bab al Mandab.
Jalur maritim sepanjang 32 kilometer itu terletak di antara Yaman dan Djibouti serta menghubungkan Samudra Hindia ke Laut Mediterania melalui Terusan Suez.
Sekitar 12 persen perdagangan minyak global melintasi selat tersebut pada paruh pertama 2023. Pada 2025, rata-rata sekitar 4,2 juta barel minyak dunia melewati jalur itu setiap hari.
Gangguan di Selat Bab al Mandab berpotensi menghentikan perdagangan antara Eropa dan Asia.
Kapal-kapal harus memutar mengelilingi Afrika apabila terjadi disrupsi, yang dapat menambah waktu pengiriman sekitar 10–14 hari.
Sebelumnya, kelompok milisi Houthi di Yaman juga mengancam akan menutup Selat Bab al Mandab sebagai bagian dari strategi perang mereka setelah resmi bergabung dengan Iran untuk melawan AS-Israel.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
