Connect with us

Internasional

Lee Jae-myung Resmi menjadi Presiden Korea Selatan

Lee Jae-myung resmi jadi Presiden Korea Selatan setelah pemakzulan pendahulu, hadapi tantangan politik dan ekonomi di tengah polarisasi nasional.

Logompn

Published

on

Lee jae myung resmi menjadi presiden korea selatan
Lee Jae-myung Resmi menjadi Presiden Korea Selatan. Gambar : Dok. EPA dan EFE

MPN Indonesia 4 Juni 2025 - Lee Jae-myung resmi dilantik sebagai Presiden Korea Selatan pada Rabu (4/6), enam bulan setelah pendahulunya, Yoon Suk Yeol diberhentikan lewat pemakzulan karena upaya darurat militer yang gagal.

Kemenangan Lee Jae-myung menandai perubahan besar dalam politik nasional dan membuka babak baru bagi negara yang sedang menghadapi ketegangan internal dan eksternal.

Dalam pemilu yang berlangsung dengan partisipasi tinggi, Lee Jae-myung mengalahkan Kim Moon-soo dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP) dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 79,4%.

Tantangan Politik dan Ekonomi Domestik

Lee Jae-myung menghadapi tantangan besar dalam negeri, termasuk memulihkan kepercayaan publik yang tergerus akibat krisis demokrasi di pemerintahan sebelumnya.

“Tantangan domestik yang mendesak bagi Korea Selatan semakin terkait erat dengan dinamika global,” jelas Presiden Min Consulting, Park Sung-min, dikutip MPN Indonesia dari BBC.

Park Sung-min juga menjelaskan bahwa kemenangan Lee Jae-myung bukan sepenuhnya dukungan terhadap agendanya, melainkan reaksi pemilih atas kegagalan demokrasi sebelumnya.

“Para pemilih tidak serta-merta menyatakan dukungan kuat terhadap agenda Lee, sebaliknya mereka menanggapi apa yang mereka lihat sebagai runtuhnya demokrasi,” imbuh Park Sung-min.

Pemilu ini digelar secara kilat setelah pemakzulan Yoon dan dua presiden sementara yang juga menghadapi pemakzulan, yang melemahkan posisi PPP dan membuka jalan bagi kemenangan Lee Jae-myung.

Namun, Lee Jae-myung masih harus menghadapi sidang Mahkamah Agung terkait dugaan pelanggaran hukum pemilu.

Meski presiden sulit dituntut selama masa jabatan kecuali dalam kasus pengkhianatan atau pemberontakan, persidangan ini tetap menjadi sorotan publik.

Lee Jae-myung sendiri dikenal sebagai pengacara hak asasi manusia dengan karier politik yang kontroversial.

Baca Juga:  Prancis akan Segera Akui Negara Palestina September Mendatang

Setelah kalah tipis pada pemilu 2022, ia mengubah pendekatannya menjadi lebih moderat untuk menarik dukungan lebih luas.

Dalam pidato kemenangannya, Lee Jae-myung menegaskan, “Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi tanggung jawab dan misi besar yang dipercayakan kepada saya, agar tidak mengecewakan harapan rakyat kita.”

Tekanan Oposisi dan Polarisasi Politik

Walaupun PPP kalah, pendukung kuat Yoon Suk Yeol tetap vokal, terutama di kalangan pemilih muda pria dan lansia yang mendukung upaya darurat militer.

Beberapa bahkan percaya pada teori konspirasi soal kecurangan pemilu.

Ketegangan politik masih tinggi, terlihat dari protes besar yang menolak pemakzulan Yoon dan insiden penyerangan aparat pengadilan Januari lalu.

Lee Jae-myung juga harus bernegosiasi dengan PPP di parlemen untuk merumuskan kebijakan.

Park Sung-min mengingatkan, “Lee mungkin berbicara tentang persatuan nasional, tetapi ia menghadapi dilema yang mendalam: bagaimana cara meminta pertanggungjawaban atas apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai upaya pemberontakan tanpa memperdalam perpecahan yang ingin disembuhkannya.”

Ini menegaskan dilema Lee Jae-myung antara menyatukan bangsa dan menuntut pertanggungjawaban pemerintahan sebelumnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending