Connect with us

Internasional

Netanyahu Minta Maaf ke PM Qatar atas Serangan Israel di Doha

PM Israel Benjamin Netanyahu minta maaf kepada PM Qatar atas serangan rudal di Doha yang menewaskan prajurit Qatar dan memicu kecaman internasional.

Logompn

Published

on

Netanyahu minta maaf ke pm qatar atas serangan israel di doha
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Gambar : Reuters/Jonathan Ernst

MPN Indonesia 1 Oktober 2025 - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan permintaan maaf kepada Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani atas serangan militer Israel yang terjadi di Doha pada awal September.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui panggilan telepon dari Gedung Putih saat Netanyahu bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Serangan rudal Israel tersebut menargetkan pimpinan Hamas di ibu kota Qatar, namun secara tidak sengaja menewaskan seorang pejabat keamanan Qatar.

Insiden ini memicu kecaman global dan disebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar.

“Sebagai langkah awal, Perdana Menteri Netanyahu menyampaikan penyesalannya yang mendalam bahwa serangan rudal Israel terhadap target Hamas di Qatar secara tidak sengaja menewaskan seorang prajurit Qatar,” tulis pernyataan Gedung Putih, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, Rabu (1/10).

Kronologi Serangan di Doha

Serangan terjadi pada Selasa (9/9) di kawasan permukiman Doha.

Target utama serangan adalah para pemimpin senior Hamas yang saat itu tengah terlibat dalam negosiasi proposal gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat.

Korban jiwa yang dilaporkan terdiri dari satu prajurit keamanan Qatar bernama Badr Al-Dosari dan lima anggota Hamas berpangkat rendah.

Para pemimpin Hamas yang menjadi target utama dilaporkan selamat.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa kawasan yang diserang mencakup area tempat tinggal delegasi negosiasi Hamas.

“Sebagai bagian dari upaya AS untuk mengatasi dampak agresi Israel yang menargetkan kawasan permukiman di Kota Doha, termasuk perumahan bagi delegasi negosiasi Hamas yang mengakibatkan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Negara Qatar,” ungkap pernyataan resmi Kemenlu Qatar.

Baca Juga:  Pejabat Keamanan Tertinggi Iran, Ali Larijani Meninggal Dunia

Isi Permintaan Maaf Netanyahu

Dalam pernyataan resmi Gedung Putih pada Senin (29/9), Netanyahu menegaskan bahwa serangan ditujukan kepada Hamas, bukan Qatar, dan menyampaikan penyesalan atas jatuhnya korban dari pihak Qatar.

Akun resmi Netanyahu di platform X mengutip ucapannya kepada PM Qatar, “Bapak Perdana Menteri, saya ingin Anda tahu bahwa Israel menyesalkan tewasnya salah satu warga negara Anda dalam serangan kami. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa Israel menargetkan Hamas, bukan Qatar.”

“Saya juga ingin meyakinkan Anda bahwa Israel tidak berencana untuk melanggar kedaulatan Anda lagi di masa mendatang, dan saya telah membuat komitmen itu kepada presiden,” tambahnya.

Respons Qatar dan AS

Perdana Menteri Qatar menyambut baik jaminan yang diberikan Netanyahu dan menegaskan kesiapan Qatar untuk terus berperan sebagai mediator dalam perdamaian regional.

Donald Trump memuji keterbukaan kedua pemimpin dalam membangun kembali hubungan bilateral.

Dalam pernyataan Gedung Putih, disampaikan bahwa telah disepakati mekanisme trilateral untuk kerja sama ke depan antara Israel, Qatar, dan Amerika Serikat.

(ADN/NID/RAD)

Trending