Connect with us

Internasional

Netanyahu Terancam Digulingkan Menteri Israel Jika Tak Bubarkan Hamas

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, ancam gulingkan pemerintahan Netanyahu jika Hamas tidak dibubarkan sepenuhnya usai kesepakatan gencatan senjata Gaza.

Logompn

Published

on

Netanyahu terancam digulingkan menteri israel jika tak bubarkan hamas
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Gambar: AFP/Ronen Zvulun

MPN Indonesia 12 Oktober 2025 - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengancam akan menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jika kelompok Hamas tidak dibubarkan secara menyeluruh.

Ancaman ini muncul menjelang rapat kabinet keamanan Israel pada Jumat (10/10), di tengah pembahasan kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Jalur Gaza.

Ben-Gvir menegaskan bahwa partainya, Jewish Power, akan keluar dari koalisi pemerintahan apabila Hamas masih dibiarkan eksis, meski dengan bentuk atau nama yang berbeda.

“Jika pemerintahan Hamas tidak dibubarkan, atau jika mereka hanya mengatakan bahwa mereka telah dibubarkan padahal kenyataannya masih ada dengan kedok berbeda, Jewish Power akan membubarkan pemerintahan tersebut,” tegas Ben-Gvir dalam pernyataan resmi menjelang rapat kabinet keamanan Israel yang membahas gencatan senjata Gaza, dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Jumat (10/10).

Kesepakatan Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera

Ancaman Ben-Gvir muncul setelah Israel menyetujui kesepakatan gencatan senjata tahap pertama dengan Hamas.

Kesepakatan tersebut mencakup penghentian pertempuran, pembebasan sandera Israel, serta pembebasan ribuan tahanan Palestina, yang menurut Ben-Gvir merupakan harga “sangat mahal dan tak tertahankan.”

Pemerintah Israel telah meratifikasi kesepakatan itu pada Jumat (10/10), sekitar 24 jam setelah mediator internasional mengumumkan rencana damai.

“Pemerintah baru saja menyetujui kerangka kerja untuk pembebasan semua sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal,” tulis pernyataan resmi yang dirilis akun Benjamin Netanyahu melalui media sosial X.

Kesepakatan ini merupakan bagian dari rencana perdamaian yang dicetuskan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Tahap pertama mencakup penghentian serangan dalam 24 jam setelah perjanjian ditandatangani, penarikan sebagian pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan pemulangan seluruh sandera dalam waktu 72 jam.

Baca Juga:  Heboh Harga Plastik Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

Salah satu pejabat Hamas juga menyebutkan bahwa pihaknya siap menukar 20 sandera Israel dengan 2.000 tahanan Palestina yang saat ini ditahan di penjara-penjara Israel.

Penolakan Ben-Gvir terhadap Kesepakatan

Ben-Gvir secara terbuka menentang kesepakatan yang difasilitasi Amerika Serikat itu.

Ia menolak pembebasan ribuan tahanan Palestina, termasuk 250 orang yang disebutnya sebagai pembunuh.

“Saya tidak bisa memberikan suara mendukung kesepakatan yang membebaskan para teroris itu, dan kami akan menentangnya di pemerintahan,” ujarnya.

Melalui akun X, Ben-Gvir menuliskan, “Hati kita semua dipenuhi sukacita karena semua sandera diharapkan kembali. Namun di samping sukacita ini, sama sekali tidak boleh mengabaikan pertanyaan tentang harga yang harus dibayar: pembebasan ribuan teroris, termasuk 250 pembunuh yang diharapkan dibebaskan dari penjara. Ini adalah harga yang sangat mahal dan tak tertahankan.”

Rincian Tambahan dari Kesepakatan

Sumber dari salah satu negara Arab menyebutkan bahwa Hamas juga mengajukan beberapa tuntutan tambahan, termasuk pembebasan Marwan Barghouti, pemimpin gerakan Fatah yang saat ini menjalani hukuman seumur hidup, serta pengembalian jenazah dua pemimpin Hamas, Yahya Sinwar dan Mohammad Sinwar, yang disebut masih disimpan oleh Israel.

Selain itu, kesepakatan juga mencakup pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Sedikitnya 400 truk bantuan dijadwalkan masuk setiap hari sebagai bagian dari implementasi tahap pertama kesepakatan tersebut.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending