Connect with us

Internasional

Perwakilan China di PBB Minta Gencatan Senjata Permanen Diterapkan di Gaza

Perwakilan tetap China untuk PBB, Fu Cong, mendesak agar gencatan senjata permanen segera diberlakukan di Gaza.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 02t152742.341
Warga Gaza korban genosida Israel | Gambar: Xinhua News

MPN Indonesia 2 Juli 2025 - Perwakilan tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Fu Cong, mendesak agar gencatan senjata permanen segera diberlakukan di Gaza.

Fu menegaskan bahwa cara-cara militer tidak akan mampu menghadirkan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

“Kami mendesak Israel untuk segera menghentikan semua operasi militer di Gaza. Negara-negara yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pihak-pihak terkait harus bertindak dengan sikap netral dan bertanggung jawab serta mengambil tindakan yang efektif untuk mendorong terciptanya gencatan senjata,” ujar Fu dalam pernyataannya di Dewan Keamanan PBB, Senin (30/6), dikutip MPN Indonesia dari Xinhua News.

Israel Harus Patuh pada Hukum Humaniter

Fu Cong menyoroti bahwa situasi di Timur Tengah saat ini berada dalam kondisi yang sangat genting.

Setelah tercapainya gencatan senjata yang rapuh dengan Iran, Israel melancarkan serangan ke Lebanon selatan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Dalam waktu yang bersamaan, rakyat Palestina terus menghadapi penderitaan yang semakin mendalam di Gaza.

Fu Cong menyoroti bahwa bencana kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik kritis.

“Israel harus memenuhi kewajibannya di bawah hukum humaniter internasional sebagai kekuatan pendudukan dengan mencabut blokadenya di Gaza sesegera mungkin,” kata Fu.

“Israel haru memulihkan akses kemanusiaan sepenuhnya, serta mendukung dan bekerja sama dengan PBB dan lembaga kemanusiaan lainnya dalam pekerjaan mereka,” sambungnya.

Masalah Palestina = Inti Konflik Timur Tengah

Fu Cong juga menyoroti kebijakan Israel di Tepi Barat yang dinilainya melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Israel, menurut Fu, terus memperluas pemukiman, melanjutkan registrasi lahan di Area C, merobohkan rumah-rumah warga Palestina, serta membiarkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim.

Baca Juga:  Turki Tuduh Netanyahu Lakukan Genosida, Surat Penahanan Resmi Diterbitkan

“Tindakan semacam itu melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB serta mengikis landasan negara Palestina yang merdeka,” jelas Fu.

Masalah Palestina, menurut Fu, merupakan inti dari konflik di Timur Tengah. Ia menekankan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya cara yang layak untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama ini.

Fu menegaskan pentingnya peran komunitas internasional untuk bersatu dalam memberikan dukungan yang nyata terhadap upaya perdamaian.

“Komunitas internasional harus memperkuat persatuan dan bersama-sama memberikan dukungan dan jaminan untuk memajukan proses politik solusi dua negara, serta dengan tegas menentang pemindahan paksa warga Palestina dan upaya berbahaya untuk menganeksasi Gaza dan Tepi Barat,” ujarnya.

Dalam penutup pernyataannya, Fu menegaskan bahwa China akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mengupayakan penghentian konflik di Gaza, meredakan bencana kemanusiaan, serta mendorong pelaksanaan solusi dua negara.

(ADN/NID/RAD)

Trending