Kesehatan
Apa itu Keratosis Pilaris? Simak Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya dengan Perawatan yang Tepat
Keratosis pilaris adalah kondisi kulit umum akibat penumpukan keratin. Tidak berbahaya, tapi dapat mengganggu estetika dan memerlukan perawatan rutin.
MPN Indonesia 24 April 2025 - Keratosis pilaris adalah kondisi kulit umum yang ditandai dengan munculnya benjolan kecil di sekitar folikel rambut, terutama pada lengan atas, paha, atau bokong.
Dikutip MPN Indonesia dari laman dermnetnz dan mycleveland, kondisi ini sering dijumpai pada anak-anak dan remaja, dengan prevalensi mencapai 50–80% pada remaja dan sekitar 40% pada orang dewasa.
Meski tidak berbahaya, keratosis pilaris dapat menimbulkan rasa tidak nyaman secara estetika dan mengganggu kesehatan fisik bila tidak dirawat dengan benar.
Penyebab Keratosis Pilaris
Penyebab utama keratosis pilaris adalah penumpukan keratin, protein yang melindungi kulit dari infeksi dan zat asing.
Penumpukan ini menyumbat pori-pori kulit, membentuk benjolan kecil yang menyerupai “kulit ayam” atau “kulit stroberi”
Proses ini disebut keratinisasi abnormal dan umumnya memengaruhi lapisan atas folikel rambut.
Faktor genetik juga berperan besar. Kondisi ini sering diturunkan dalam pola autosomal dominan dan telah dikaitkan dengan mutasi protein filaggrin, yang berperan penting dalam fungsi pelindung kulit.
Individu dengan riwayat keluarga yang mengalami kondisi ini memiliki risiko lebih tinggi mengembangkannya.
Keratosis pilaris juga sering dikaitkan dengan kondisi kulit lain seperti eksim atopik dan iktiosis. Selain itu, kulit kering selama musim dingin dapat memperburuk gejala.
Gejala yang Dapat Dikenali
Gejala utama keratosis pilaris adalah munculnya benjolan kecil yang dapat berwarna kulit, merah, coklat, atau putih.
Area yang paling sering terkena adalah permukaan luar lengan atas dan paha, namun bisa juga muncul di bokong, dada, wajah, dan area tubuh lainnya yang memiliki folikel rambut.
Benjolan tersebut biasanya tidak nyeri, namun bisa menimbulkan rasa kasar, kering, dan kadang-kadang gatal. Dalam beberapa kasus, ditemukan kemerahan di sekitar benjolan.
Gejala tambahan seperti kehilangan rambut alis atau pigmentasi wajah juga dapat muncul pada jenis keratosis pilaris yang lebih parah.
Keratosis pilaris tidak menular dan tidak menyebabkan kerusakan jangka panjang pada kulit.
Namun, kondisi ini bisa memengaruhi kesehatan fisik secara tidak langsung melalui dampak pada kepercayaan diri atau kenyamanan sehari-hari.
Diagnosa dan Pemeriksaan Klinis
Diagnosis keratosis pilaris dilakukan secara klinis melalui pemeriksaan fisik oleh tenaga medis.
Karena tampilan gejalanya cukup khas, biasanya tidak diperlukan tes tambahan.
Namun, dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan tes alergi atau biopsi kulit untuk memastikan diagnosis.
Perawatan dan Penanganan
Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan keratosis pilaris secara permanen, namun kondisi ini umumnya membaik dengan perawatan yang tepat atau menghilang dengan sendirinya saat memasuki usia dewasa (sekitar usia 30 tahun).
Perawatan utama fokus pada menjaga kelembapan kulit dan mencegah kekeringan.
Beberapa langkah perawatan yang disarankan meliputi:
- Menggunakan pelembap setiap hari, terutama setelah mandi. Pilihan pelembap yang disarankan termasuk produk dengan kandungan ammonium lactate, alpha hydroxy acid, urea, atau salicylic acid.
- Penggunaan krim vitamin A (seperti Retin-A®) dapat membantu mengurangi penumpukan keratin, meskipun penggunaannya perlu dikontrol untuk menghindari iritasi.
- Eksfoliasi ringan menggunakan kain lembut atau scrub dapat membantu menghaluskan kulit tanpa menyebabkan iritasi.
- Dalam kasus pigmentasi yang signifikan, terapi laser bisa menjadi pilihan untuk meratakan warna kulit.
Meskipun perawatan dapat memperbaiki tampilan kulit, efeknya tidak permanen dan membutuhkan konsistensi.
Perubahan gaya hidup untuk menjaga kelembapan kulit, terutama selama musim dingin, juga sangat penting dalam manajemen kondisi ini.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
