Connect with us

Lifestyle

5 Olahraga yang Bisa Bantu Tingkatkan Fungsi Otak, Bisa untuk Lansia!

Tahukah kamu bahwa ternyata, olahraga bukan hanya baik untuk jantung, tapi juga bisa bikin otak kamu makin tajam?

Logompn

Published

on

Ini 5 olahraga yang bisa bantu tingkatkan fungsi otak
5 Olahraga yang Bisa Bantu Tingkatkan Fungsi Otak, Bisa untuk Lansia! | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Agustus 2025 - Tahukah kamu bahwa ternyata, olahraga bukan hanya baik untuk jantung, tapi juga bisa bikin otak kamu makin tajam? Yap, para ahli sudah lama mengatakan bahwa tubuh yang aktif berarti otak yang sehat.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Alzheimer’s & Dementia pada tahun 2022 mengungkap fakta menarik, bahwa orang lanjut usia yang rutin bergerak ternyata punya kadar protein otak yang lebih tinggi.

Protein ini berperan penting dalam memperkuat hubungan antar-neuron alias sel-sel otak. Hasilnya? Ingatan jadi lebih tajam, dan kemampuan berpikir pun meningkat.

Yang lebih mengejutkan, manfaat ini juga dirasakan oleh mereka yang sudah menunjukkan tanda-tanda awal demensia.

Menurut Asisten profesor neuropsikologi dari University of California, Kaitlin Casaletto, ini adalah kabar baik bagi siapa saja.

Karena ternyata, tidak ada kata terlambat untuk mulai bergerak. Dan kamu nggak perlu langsung jadi atlet atau rajin nge-gym kok!

Casaletto bilang, setiap gerakan, sekecil apa pun, punya dampak besar untuk kesehatan otak.

Nah, kalau kamu penasaran olahraga apa saja yang bisa bantu bikin otak lebih sehat dan aktif, yuk intip 5 jenis olahraga berikut ini.

1. Aerobik

Jogging, bersepeda, atau sekadar jalan cepat di taman ternyata bukan cuma bikin tubuh lebih fit, tapi juga bikin bagian otak yang bernama hipokampus, pusat memori dan pembelajaran, jadi lebih besar ukurannya.

Sebuah studi bahkan menemukan bahwa orang berusia di atas 75 tahun yang rutin aerobik punya risiko demensia yang jauh lebih rendah.

Bonusnya, aktivitas ini juga bisa bantu kamu lebih fokus dan punya kemampuan merencanakan sesuatu dengan lebih baik.

Baca Juga:  Rahang Gak Simetris? Ini Penyebab dan Langkah Penanganannya!

Tipsnya, coba sediakan waktu setidaknya 150 menit per minggu untuk olahraga intensitas sedang.

2. Angkat Beban

Siapa sangka, latihan kekuatan seperti angkat beban ternyata bisa membantu mencegah penyusutan volume otak, khususnya di bagian hipokampus.

Bahkan studi menunjukkan bahwa perempuan usia 65–75 tahun yang rutin latihan kekuatan dua kali seminggu punya memori yang jauh lebih baik dibanding yang hanya latihan keseimbangan.

Mengapa bisa begitu? Saat kamu angkat beban, otak bekerja keras untuk mengatur gerakan dan menjaga postur tubuh. Artinya, kamu bukan cuma melatih otot, tapi juga sirkuit neural di otak.

3. Yoga

Tak hanya membuat tubuh lebih lentur dan rileks, yoga juga terbukti mampu memperkuat daya ingat.

Penelitian dari UCLA menunjukkan bahwa orang yang mengikuti kelas yoga meditatif selama 12 minggu mengalami peningkatan dalam verbal memory (ingat kata-kata) dan visual-spatial memory (ingat arah dan lokasi).

Mengapa? Karena saat kamu mempelajari gerakan baru, otak membentuk jalur sinyal baru, semacam “jalan pintas” baru dalam sistem sarafmu. Ini adalah cara alami otak berkembang dan beradaptasi.

4. Tai Chi

Latihan gerakan perlahan seperti Tai Chi bisa jadi pilihan tepat untuk yang ingin tetap aktif tanpa menguras tenaga berlebihan.

Latihan ini menggabungkan gerakan tubuh dan fokus mental, sehingga otak dipaksa untuk berpikir sambil tubuh tetap bergerak.

Orang yang berlatih Tai Chi selama 12 minggu punya kemampuan multitasking lebih baik, serta peningkatan aktivitas di bagian otak yang mengatur pengambilan keputusan dan perencanaan.

5. Menari

Kalau kamu lebih suka kegiatan yang menyenangkan dan penuh irama, menari bisa jadi jawabannya.

Dalam sebuah penelitian jangka panjang, menari secara rutin terbukti dapat menurunkan risiko demensia hingga 76 persen. Bahkan hasilnya dua kali lebih baik dibandingkan hanya membaca buku!

Baca Juga:  Waspada Bahaya GERD! Bisa Picu Penyakit Ini…

Menari memadukan ritme, koordinasi, dan memori, yang merupakan elemen penting untuk menjaga otak tetap aktif. Jadi, jangan ragu buat bergoyang mengikuti irama favoritmu.

Kalau kamu selama ini lebih banyak duduk dibanding bergerak, tak masalah. Tapi, jangan langsung memaksakan diri.

Mulailah perlahan, misalnya dengan berjalan kaki sambil teleponan, berdiri saat rapat daring, atau melakukan sit-up ringan saat iklan TV muncul.

Jadi, gerakan sekecil apa pun tetap punya peran besar. Yuk, mulai bergerak dari sekarang. Demi tubuh sehat, pikiran jernih, dan memori yang tajam!

(ADN/NID/RAD)

Trending