Connect with us

Lifestyle

Anak Muda Minim Terkena Risiko Penyakit Jantung, Benarkah?

Anak muda kini rentan terkena penyakit jantung. Kenali faktor risiko, gejala awal, dan pentingnya deteksi dini untuk mencegah komplikasi serius.

Logompn

Published

on

Anak muda minim terkena risiko penyakit jantung, benarkah
Risiko penyakit jantung untuk anak muda. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 12 Mei 2025 - Meski kerap dianggap sebagai penyakit orang tua, penyakit jantung kini justru mengancam kelompok usia muda produktif di Indonesia.

Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 mencatat bahwa 15 dari 1.000 orang Indonesia menderita penyakit jantung, dan prevalensi ini terus meningkat setiap tahun.

Gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, serta minim olahraga menjadi pemicu utama penyakit ini di kalangan anak muda.

Pandangan bahwa anak muda relatif aman dari risiko penyakit jantung tidak sepenuhnya akurat.

Faktanya, banyak dari mereka yang sudah menunjukkan gejala awal penyakit kardiovaskular namun tidak menyadarinya.

Hal ini diperburuk oleh kecenderungan untuk menunda pemeriksaan kesehatan, meskipun sarana layanan pemeriksaan dini seperti Puskesmas, klinik, dan rumah sakit telah tersedia luas, bahkan di daerah terpencil.

Minimnya kesadaran dan pengetahuan mengenai risiko penyakit jantung serta pentingnya menjaga kesehatan fisik turut memperbesar potensi keterlambatan deteksi.

Dikutip MPN Indonesia dari Kementerian Kesehatan RI, deteksi dini penyakit jantung dapat dilakukan dengan memeriksa tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula secara rutin.

Tanpa intervensi gaya hidup sehat sejak dini, anak muda dapat menjadi kelompok rentan terhadap penyakit jantung, terutama dengan tekanan pekerjaan dan pergaulan modern yang kerap mengabaikan pola hidup sehat.

Pemeriksaan Dini dan Akses Layanan Kesehatan

Deteksi dini menjadi langkah krusial dalam menangani penyakit jantung, terutama di kalangan muda yang sering kali merasa sehat dan mengabaikan gejala awal.

Pemerintah telah menyediakan berbagai sarana pemeriksaan, mulai dari Puskesmas dan rumah sakit.

Pemeriksaan ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes—yang semuanya berkontribusi terhadap penyakit jantung.

Baca Juga:  Warna Urine Bisa Jadi Petunjuk Penyakit Serius, Kenali Perbedaannya

Untuk memaksimalkan pemeriksaan kesehatan, beberapa hal perlu dipersiapkan, termasuk membawa dokumen seperti KTP dan surat rujukan bagi peserta BPJS.

Beberapa fasilitas juga menyediakan layanan pendaftaran online untuk mempercepat proses antrean.

Di samping itu, disarankan membawa perlengkapan pribadi seperti camilan, air minum, dan hiburan agar waktu tunggu lebih nyaman, namun tetap memperhatikan nomor antrean agar tidak terlewat.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending