Connect with us

Lifestyle

Apa Itu Lyme Disease? Ternyata Ini Penyebabnya!

Lyme disease merupakan infeksi bakteri yang dapat menyerang manusia maupun hewan melalui gigitan kutu/caplak yang terinfeksi bakteri.

Logompn

Published

on

Apa itu lyme disease ternyata ini penyebabnya
Apa Itu Lyme Disease Ternyata Ini Penyebabnya | Gambar: National Health Services UK

MPN Indonesia 1 Agustus 2025 - Lyme disease atau penyakit lyme merupakan infeksi bakteri yang dapat menyerang manusia maupun hewan melalui gigitan kutu/caplak yang telah terinfeksi bakteri dari genus Borrelia, dan paling umum disebabkan oleh Borrelia burgdorferi.

Penyakit ini tergolong sebagai penyakit tidak menular karena penyebarannya memerlukan vektor perantara, yaitu kutu atau caplak sehingga penularannya tidak terjadi dari manusia ke manusia secara langsung.

Namun lain halnya pada kasus ibu hamil yang dapat menularkan infeksi kepada janin.

Lyme disease dapat menjangkiti semua kelompok usia, terutama mereka yang tinggal atau sering beraktivitas di daerah hutan lebat atau wilayah berumput. Aktivitas di luar ruangan seperti camping, hiking, atau rekreasi alam meningkatkan risiko terpapar kutu pembawa bakteri ini.

Penyebaran dan Gejala Lyme Disease

Lyme disease pertama kali ditemukan di kota Old Lyme, Connecticut, Amerika Serikat, dan kini telah menyebar ke hampir seluruh wilayah dunia.

Di Indonesia, Borrelia burgdorferi menjadi jenis bakteri utama penyebab lyme, meskipun varian lain seperti Borrelia afzelii, Borrelia mayonii, dan Borrelia garinii juga dapat menjadi penyebabnya.

Melansir laman Primaya Hospital, lyme disease menyebar secara global karena vektor caplak dapat menginfeksi berbagai jenis hewan, seperti hewan liar, hewan peliharaan (anjing, kucing, kuda), hingga burung yang mempercepat penyebaran lintas wilayah.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat sekitar 300 ribu kasus lyme tercatat setiap tahunnya di Amerika Serikat.

Sebanyak 80% penderita lyme mengalami gejala awal berupa ruam kulit yang disebut erythema migrans (EM). Ruam ini biasanya muncul 3 hingga 30 hari setelah infeksi, awalnya berukuran kecil lalu membesar membentuk pola menyerupai mata banteng (bull’s eye).

Baca Juga:  China Dilanda Virus Baru, Laporkan 7.000 Kasus Chikungunya

Gejala awal lainnya meliputi demam, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot dan sendi. Jika tidak ditangani, gejala lyme dapat berkembang menjadi gangguan saraf, nyeri sendi kronis, hingga masalah pada jantung.

Diagnosis dan Pencegahan Lyme Disease

Masih dilansir dari sumber yang sama, untuk mendiagnosis lyme, dokter akan melakukan evaluasi gejala dan riwayat paparan terhadap daerah berisiko. Pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan untuk memastikan keberadaan antibodi terhadap Borrelia dalam tubuh.

Pencegahan utama adalah menghindari gigitan kutu, terutama saat berada di area outdoor. Langkah-langkah pencegahan meliputi:

  • Menggunakan pakaian tertutup saat berada di alam terbuka
  • Mengaplikasikan obat anti-serangga
  • Memeriksa tubuh setelah beraktivitas di luar ruangan

Penanganan dan Komplikasi Lyme Disease

Meskipun belum tersedia perawatan spesifik untuk menyembuhkan lyme sepenuhnya, beberapa obat dapat digunakan untuk mengatasi gejalanya.

Penanganan medis harus segera dilakukan jika muncul tanda-tanda tergigit kutu atau muncul ruam EM. Kemungkinan komplikasi akibat lyme dapat mencakup:

  • Radang sendi
  • Gangguan saraf seperti kelumpuhan wajah
  • Gangguan irama jantung

Jika diperlukan, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam atau reumatologi untuk penanganan lanjutan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending