Connect with us

Lifestyle

Apa Itu Nipah? Virus yang Belum Ada Obatnya!

India mengonfirmasi lima kasus virus Nipah di Bengal Barat, hampir 100 orang diperintahkan karantina.

Logompn

Published

on

Apa itu nipah virus yang belum ada obatnya!
Ilustrasi virus Nipah. Gambar: Ilustrasi Canva.

MPN Indonesia 28 Januari 2026 - Pemerintah India bergerak cepat setelah lima kasus virus nipah dikonfirmasi di negara bagian Bengal Barat bagian timur.

Melansir dari Independent, wabah ini melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat, serta menyebabkan satu pasien dalam kondisi kritis.

Hampir 100 orang telah diperintahkan untuk menjalani karantina di rumah dan pasien lainnya tengah dirawat di rumah sakit di dalam dan sekitar kota Kolkata, menurut laporan media lokal.

Virus Nipah (NiV) adalah penyakit menular yang berisiko tinggi oleh World Health Organization (WHO).

Infeksi virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 di Malaysia dan Singapura, menyebar di kalangan peternak babi dan individu yang memiliki kontak langsung dengan hewan tersebut.

Gejala dan Tingkat Kematian Virus Nipah

Infeksi virus Nipah sering kali bermula dengan gejala yang tidak spesifik, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan sehingga menyulitkan deteksi dini.

Gejala neurologis, seperti kejang berulang dan perubahan kepribadian juga dapat muncul.

Dalam kasus langka, ensefalitis dapat kambuh beberapa bulan atau bahkan tahun setelah infeksi awal, baik akibat kekambuhan maupun reaktivasi virus.

Menurut World Health Organization (WHO), masa inkubasi virus ini berkisar antara 4 sampai 14 hari, meskipun dalam beberapa kasus dapat lebih lama.

Pada beberapa pasien, gejala pernapasan seperti batuk, sesak napas, serta pneumonia turut muncul.

Gejala neurologis berupa disorientasi sampai dengan koma biasanya muncul dalam rentang 24 sampai dengan 48 jam.

Angka fatalitas akibat virus ini sangat tinggi, dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen tergantung pada jenis virus dan lokasi wabah.

Baca Juga:  Kasus Campak sedang Marak, Kenali Gejalanya!

Cara Penularan Virus Nipah

WHO menyatakan bahwa virus Nipah dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia.

Reservoir alami virus ini adalah kelelawar buah dari spesies Pteropus.

Penularan ke manusia bisa terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh kelelawar atau hewan terinfeksi serta mengonsumsi buah atau makanan yang terkontaminasi air liur, urin, atau kotoran kelelawar.

Penularan antarmanusia terjadi terutama melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi.

Pencegahan dan Upaya Pengendalian

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk virus Nipah.

WHO menetapkan virus ini sebagai patogen prioritas dalam Rencana Induk Penelitian dan Pengembangan mereka untuk mendorong percepatan riset terhadap penyakit menular dengan potensi epidemi tinggi.

Perawatan bersifat suportif sehingga fokus berada pada pencegahaan serta pengelolaan gejala dan komplikasi.

WHO menyarankan masyarakat untuk menghindari konsumsi buah-buahan yang mungkin terkontaminasi kelelawar, seperti getah kurma mentah serta merekomendasikan pencucian dan pengupasan buah secara menyeluruh.

Buah dengan tanda gigitan kelelawar sebaiknya dibuang.

Peternak dan individu yang berinteraksi dengan hewan berisiko disarankan menggunakan sarung tangan dan alat pelindung diri saat menangani hewan sakit atau selama proses penyembelihan.

Pakan dan kandang hewan, terutama babi, harus dilindungi dari akses kelelawar.

Kebiasaan higienis seperti mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan hewan atau pasien juga penting dilakukan.

Pencegahan infeksi virus Nipah merupakan bagian dari upaya global mengendalikan penyakit menular yang berpotensi menjadi pandemi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending