Connect with us

Lifestyle

Benarkah Ganja Psikedelik Bisa jadi Solusi untuk Pulihkan Trauma?

Ganja psikedelik adalah jenis ganja yang mampu mengubah persepsi, emosi, dan pengalaman seseorang sehingga mulai dijadikan solusi medis untuk terapi memulihkan trauma.

Logompn

Published

on

Benarkah ganja psikedelik bisa jadi solusi untuk pulihkan trauma
Benarkah Ganja Psikedelik Bisa jadi Solusi untuk Pulihkan Trauma | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 28 Agustus 2025 - Ganja psikedelik mengacu pada penggunaan ganja dalam konteks psikoterapi berbantuan psikedelik, yakni pendekatan terapi yang menggabungkan penggunaan zat psikedelik dengan sesi terapi bicara.

Spesialis terapi psikedelik, Daniel McQueen, menyebut bahwa ganja berpotensi mendukung proses penyembuhan trauma dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Oleh karena itu, McQueen mempelopori kanabis psikedelik atau penggunaan tanaman untuk memperoleh ilmu, pertumbuhan, serta penyembuhan.

Apa Itu Ganja Psikedelik?

Ganja psikedelik adalah jenis ganja yang memiliki sifat mampu mengubah persepsi, emosi, dan pengalaman seseorang secara lebih dalam, mirip dengan efek zat psikedelik lain seperti psilocybin, MDMA (ekstasi), atau ayahuasca.

Efek psikedelik ini tidak muncul dari semua jenis ganja, melainkan bergantung pada strain (jenis tanaman) serta campuran khusus yang digunakan.

Tujuannya adalah menciptakan pengalaman yang bisa memunculkan wawasan emosional maupun spiritual yang lebih dalam, bukan sekadar efek ‘high’ biasa.

Dengan potensi tersebut, ganja psikedelik juga mulai dipertimbangkan sebagai alat bantu dalam terapi psikedelik, meskipun penggunaannya tidak seumum psilocybin atau MDMA.

Dalam konteks medis, ganja psikedelik diyakini dapat membantu terapi untuk depresi, PTSD, OCD, hingga mendukung pasien dengan kondisi kesehatan terminal.

Cara Kerja Terapi Psikedelik

Dalam laman Very Well Mind, dijelaskan bahwa terapi berbantuan psikedelik pada dasarnya adalah sesi psikoterapi di mana pasien diberikan zat tertentu, misalnya ganja psikedelik dalam dosis yang sudah ditentukan dan aman.

Proses ini dilakukan di lingkungan yang tenang dan terkendali, biasanya dengan pencahayaan lembut dan musik menenangkan agar pasien merasa nyaman.

Selama efek psikedelik muncul, terapis akan mendampingi pasien, membantu mereka mengekspresikan perasaan, pikiran, atau pengalaman yang muncul.

Baca Juga:  Kenali Toxic Positivity dan Cara Menyikapinya

Tujuannya bukan hanya untuk merasakan efek zat tersebut, tetapi untuk membuka wawasan baru, mengatasi beban emosional, dan memperdalam pemahaman diri.

Dengan cara ini, terapi berbantuan psikedelik diharapkan bisa menjadi alternatif untuk menangani masalah kesehatan mental seperti depresi, trauma, atau gangguan kecemasan.

Aspek Legalitas Ganja Psikedelik

Status legal ganja bervariasi tergantung pada aturan hukum negara. Di beberapa wilayah, ganja telah dilegalkan untuk keperluan medis dan digunakan dalam praktik psikoterapi berbantuan psikedelik.

Proses menuju legalisasi biasanya dimulai dengan dekriminalisasi, yaitu menghapus atau meringankan hukuman bagi orang yang menggunakan atau memiliki ganja.

Dari situ, tiap negara bagian bisa berada di tahap yang berbeda, ada yang baru sebatas dekriminalisasi, ada juga yang sudah mengizinkan ganja digunakan secara penuh.

Karena itulah, penting bagi setiap orang untuk memahami aturan yang berlaku di negara bagiannya sebelum menggunakan ganja, terutama untuk tujuan medis atau terapi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending