Connect with us

Lifestyle

Hati-Hati! Ternyata 6 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Picu Rematik

Rematik merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan nyeri hebat, kekakuan, dan pembengkakan pada sendi.

Logompn

Published

on

Hati-Hati! Ternyata 6 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Picu Rematik
Hati-Hati! Ternyata 6 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Picu Rematik | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 29 Juli 2025 - Rematik atau rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan nyeri hebat, kekakuan, dan pembengkakan pada sendi.

Sejumlah kebiasaan hidup yang tampak sepele ternyata bisa memicu dan memperparah kondisi ini.

Dikutip MPN Indonesia dari GWS Medika, gaya hidup yang tidak sehat, termasuk pola makan dan aktivitas fisik yang kurang terkontrol, dapat memicu peradangan yang menjadi salah satu faktor utama berkembangnya rematik.

Kesehatan fisik yang terganggu akibat rematik tidak hanya berdampak pada kemampuan bergerak, tetapi juga memengaruhi suasana hati penderita.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali kebiasaan-kebiasaan yang bisa memperburuk kondisi ini.

Sedikitnya terdapat enam pola hidup yang harus dihindari untuk mencegah dan mengurangi gejala rematik. Berikut ulasannya.

1. Konsumsi Daging Merah Berlebihan

Daging merah mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang dapat memicu peradangan serta meningkatkan risiko obesitas.

Obesitas ini bisa berpengaruh pada rematik karena kelebihan berat badan memberikan tekanan tambahan pada sendi, sehingga memperparah rasa nyeri yang dialami penderita rematik.

Daging olahan seperti sosis dan bacon juga termasuk pemicu peradangan karena kandungan lemak dan zat tambahan di dalamnya.

2. Asupan Gula Tinggi

Gula dalam segala bentuk, baik organik, putih, maupun gula merah, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Hal ini mendorong tubuh melepaskan sitokin, yaitu zat kimia pemicu peradangan di sendi. Gula juga memicu penambahan berat badan yang memperberat gejala rematik.

Sebagai alternatif, penderita disarankan mengganti makanan manis dengan buah-buahan rendah glikemik seperti beri dan ubi jalar.

Baca Juga:  Rahasia Wanita Sehat Sejak Dulu, Ini Manfaat Hebat Kunyit Asam

3. Makanan Gorengan dan Olahan

Makanan yang digoreng dan olahan mengandung advanced glycation end products (AGEs), yaitu senyawa yang memicu oksidasi sel dan peradangan.

Mengurangi konsumsi makanan jenis ini membantu mengontrol berat badan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, termasuk rematik.

4. Konsumsi Garam Berlebih

Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat meningkatkan peradangan serta memperparah gejala rematik. Asupan garam yang disarankan adalah kurang dari 2.300 miligram per hari.

Banyak produk makanan olahan dan cepat saji seperti pizza, burger, dan kentang goreng mengandung kadar garam yang tinggi.

5. Konsumsi Gluten

Meski belum ada bukti kuat yang menghubungkan langsung gluten dengan rematik, namun bagi mereka yang memiliki sensitivitas terhadap gluten, makanan ini bisa memperburuk gejala.

Oleh sebab itu, disarankan untuk memilih produk bebas gluten seperti roti dan pasta khusus bagi penderita sensitif gluten.

6. Konsumsi Alkohol

Minuman beralkohol diketahui bisa memperburuk peradangan. Beberapa sumber juga menyarankan membatasi konsumsi produk susu jika dirasakan memperparah gejala.

Dengan mengenali dan menghindari tujuh pola hidup di atas, penderita rematik dapat mengurangi gejala yang dialami dan menjaga kesehatan fisik secara menyeluruh.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending