Connect with us

Lifestyle

Kasus Gagal Ginjal pada Anak Muda Meningkat, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Gagal ginjal makin sering dialami anak muda. Dokter ingatkan pentingnya deteksi dini dan gaya hidup sehat untuk cegah kerusakan ginjal permanen.

Logompn

Published

on

Kasus gagal ginjal pada anak muda meningkat, ini penyebab dan cara mencegahnya!
Ilustrasi Seorang Wanita Sedang Cuci Darah Akibat Mengidap Gagal Ginjal. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Mei 2025 - Kasus gagal ginjal kini tak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia muda.

Fenomena ini menjadi perhatian serius di kalangan medis karena menunjukkan adanya perubahan pola risiko kesehatan fisik yang dipengaruhi oleh gaya hidup, penyakit penyerta, dan kurangnya edukasi tentang fungsi ginjal.

Menurut dr Elizabeth Yasmine Wardoyo, Sp.PD, Subsp.GH(K), Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi dari RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, meningkatnya angka penderita gagal ginjal muda mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat.

Genetik, Gaya Hidup, dan Penyakit Penyerta

Faktor genetik menjadi salah satu penyebab utama. Penelitian di Korea (2023) menyebut, seseorang dengan riwayat keluarga penyakit ginjal berisiko 1,5 kali lebih tinggi terkena gagal ginjal.

“Saat ini semakin banyak pasien usia muda yang terdiagnosis gagal ginjal, ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal,” ujar dr Elizabeth kepada MPN Indonesia dalam pesan singkat, pada Senin (5/5).

Tak hanya genetik, gaya hidup tidak sehat dan penyakit seperti diabetes dan hipertensi juga berkontribusi besar.

Studi multisenter di Jakarta (2023) menunjukkan diabetes menyumbang 27,2% kasus gagal ginjal, disusul glomerulonefritis (13%) dan hipertensi (11,5%).

Pada usia muda, peradangan ginjal menjadi penyebab utama. Gejala seperti urine berbusa kerap diabaikan, padahal bisa menandakan gangguan serius pada ginjal.

Obat Sembarangan dan Risiko Lainnya

Penggunaan obat tanpa pengawasan, seperti penghilang nyeri atau suplemen jamu, juga bisa merusak ginjal.

Baca Juga:  Warna Urine Bisa Jadi Petunjuk Penyakit Serius, Kenali Perbedaannya

“Obat tertentu bersifat nefrotoksik. Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya,” ungkap dr Elizabeth.

Risiko lain datang dari batu saluran kemih, penyakit kista ginjal, kelainan bawaan, infeksi saluran kemih berulang, hingga penyakit menular seperti Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV.

Wanita muda dengan riwayat preeklampsia juga berisiko, sehingga perlu rutin memeriksa fungsi ginjal pasca melahirkan.

Deteksi Dini adalah Kunci

Dr Elizabeth menekankan pentingnya pemeriksaan rutin, terutama bagi yang punya riwayat keluarga dengan gangguan ginjal.

“Tes urine dan kreatinin darah bisa dilakukan di hampir semua fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Bagi yang memiliki kista ginjal, pemeriksaan tambahan seperti USG ginjal juga disarankan.

Waspadai Perubahan Warna Urine

Dr Elizabeth mengingatkan generasi muda untuk memperhatikan kondisi urine mereka. Warna atau busa yang tidak normal bisa menjadi gejala awal penyakit ginjal.

“Jika urine terlihat berbusa, segera periksa ke dokter,” tegasnya.

Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah gagal ginjal kronis yang hanya bisa ditangani dengan cuci darah atau transplantasi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending