Lifestyle
Pertamax Naik, Ini 4 Bahan Bakar Alternatif yang Ramah Lingkungan
Apa saja energi alternatif yang bisa menggantikan energi fosil agar lebih ramah lingkungan? Berikut ulasannya.
MPN Indonesia 12 Juni 2026 - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green sejak Rabu (10/6) mendorong perhatian terhadap penggunaan bahan bakar alternatif dengan emisi lebih rendah.
Harga Pertamax (RON 92) meningkat dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Penyesuaian harga BBM ini bisa menjadi momentum untuk mempercepat urgensi transisi energi di Indonesia.
Ketika bahan bakar konvensional berbasis fosil terus mengalami fluktuasi harga dan menyumbang polusi udara, opsi berbasis energi terbarukan hadir sebagai jawaban konkret.
Lantas apa saja energi alternatif yang bisa menggantikan energi fosil agar lebih ramah lingkungan? Berikut ulasannya.
Hidrogen
Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Shell, hidrogen merupakan bahan bakar alternatif yang menghasilkan emisi rendah karena hanya menghasilkan limbah berupa air.
Hidrogen dapat diproduksi dari berbagai sumber, seperti gas alam, biomassa, tenaga nuklir, hingga energi terbarukan seperti matahari dan angin.
Salah satu metode produksi adalah elektrolisis, yaitu proses pemecahan air menjadi hidrogen dan oksigen menggunakan listrik.
Selain itu, hidrogen digunakan dalam teknologi sel bahan bakar untuk menghasilkan listrik.
Pemanfaatannya telah diterapkan pada kendaraan berbasis hidrogen yang memiliki keunggulan dalam pengisian bahan bakar yang cepat serta jarak tempuh yang lebih panjang.
Namun, penggunaan hidrogen masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, biaya produksi yang tinggi, serta distribusinya yang masih terbatas.
Listrik
Listrik menjadi bahan bakar alternatif yang tidak menghasilkan emisi gas buang saat digunakan, terutama jika bersumber dari energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidro.
Kendaraan listrik memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan mesin pembakaran internal serta biaya operasional yang lebih rendah karena jumlah komponen yang lebih sedikit.
Biofuel
Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Pertamina, biofuel merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari bahan organik seperti tanaman dan limbah hewan. Jenis yang umum digunakan adalah bioetanol dan biodiesel.
Bioetanol diproduksi melalui fermentasi gula dari tanaman seperti jagung, tebu, dan gandum, kemudian dapat dicampur dengan bensin untuk mengurangi emisi karbon.
Sementara itu, biodiesel dihasilkan dari minyak nabati atau lemak hewan melalui proses transesterifikasi.
Compressed Natural Gas (CNG)
Compressed Natural Gas (CNG) adalah gas alam yang dikompresi dan sebagian besar terdiri dari metana.
CNG digunakan sebagai bahan bakar kendaraan dan menghasilkan emisi karbon dioksida, karbon monoksida, serta nitrogen oksida yang lebih rendah dibandingkan bensin atau diesel.
Bahan bakar alternatif ini telah digunakan pada kendaraan umum seperti bus dan taksi.
Namun, penerapan CNG secara luas memerlukan infrastruktur pengisian yang memadai.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
